Pantauan detikcom, Senin (2/1/2015), Anang tiba di Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.50 WIB dengan mobil Nissan Teanaโ B 1946 RFV.
"Silaturahmi. Kedua, melaporkan bahwa ada orang yang sudah dihukum mati masih mengendalikan, tiga kali ketangkep terus. Iya Silvester itu," ujarnya saat baru tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anang kemudian naik ke lantai dua menggelar pertemuan tertutup. Hingga pukul 11.07 WIB pertemuan masih berlangsung.
Terpidana mati WN Nigeria Silvester Obiek masih bisa mengendalikan bisnis narkobanya dari balik penjara LP Nusakambangan. Ia memanfaatkan Andi yang mau menghamba sahaya kepadanya.
Selain Andi, Dewi juga mau menjadi operator lapangan untuk mengedarkan sabu di Jakarta. Saat konferensi pers di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2015), ketiga tersangka dihadirkan. Ketiganya mengenakan baju tahanan BNN. Andi dan Dewi mengenakan topeng penutup wajah, sementara Silvester terlihat cuek meski wajahnya disorot kamera.
Komplotan itu diringkus dengan barang bukti 7,6 kg sabu. Selidik punya selidik, ini kali ketiga Silvester dibekuk. Silvester sendiri mengantongi hukuman mati lewat putusan pada tahun 2004.
(aan/nrl)











































