Tak Ingin Dikira Memihak, Kompolnas Pantau Sidang Praperadilan BG Lewat TV

Tak Ingin Dikira Memihak, Kompolnas Pantau Sidang Praperadilan BG Lewat TV

- detikNews
Senin, 02 Feb 2015 11:21 WIB
Tak Ingin Dikira Memihak, Kompolnas Pantau Sidang Praperadilan BG Lewat TV
Jakarta - Kompolnas tidak hadir ke sidang Praperadilan Komjen Budi Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menghindari tudingan keberpihakan. Meski begitu, Kompolnas mengaku tetap memantau jalannya persidangan melalui televisi.

"Nggak lah (datang ke PN Jaksel), nonton aja di TV, khawatirnya nanti dikira memihak," ujar Komisioner Kompolnas, Edi Hasibuan saat berbincang dengan detikcom, Senin (2/2/2015).

Meski tidak melihat secara langsung, Edi mengaku jajarannya tetap memantau proses persidangan. Pasalnya, putusan sidang praperadilan Komjen BG terhadap KPK akan menjadi landasan mengenai penetapan Kapolri yang kini tengah menjadi polemik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi tetap kita pantau. Ini saya baru sampai kantor, mau nonton TV. Semua pihak (diharapkan) memantau agar praperadilan berjalan dengan adil. Apapun yang menjadi keputusan praperadilan harus dihormati," kata Edi.

"Untuk nama (calon Kapolri) ada banyak tapi belum ada proses untuk itu karena kita masih nunggu putusan praperadilan, sesuai arahan Pak Presiden," sambungnya.

Meski belum ada keputusan praperadilan kasus Komjen BG, Edi menyebut masyarakat sudah banyak memberikan masukan nama-nama calon Kapolri baru. Masuk di antaranya nama-nama seperti Kabareskrim Irjen Pol Budi Waseso, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Kapolda Jawa Timur Irjen Anas Yusuf, Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono, dan Kepala BNN Komjen Anang Iskandar.

Saat ditanya siapa yang paling besar kemungkinannya dijadikan cadangan Komjen BG sebagai Kapolri, Edi tak mau berspekulasi. "Kita tidak bisa memberi satu nama (yang paling unggul), karena masing-masing punya keunggulan dan kelemahan. Sebaiknya kita tidak mendahului keputusan (Praperadilan). Kami akan menunggu," ungkap Edi.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo akan memberikan beberapa opsi setelah hasil sidang praperadilan Komjen BG keluar. Meski begitu, Edi juga masih belum bisa menebak opsi-opsi tersebut.

"Nanti ada beberapa opsi yang akan diambil Bapak Presiden, sehingga kalau (praperadilan BG) menang nanti Pak Presiden akan beri opsi, begitu juga kalau kalah," tutupnya.
(ear/try)


Berita Terkait