Dari informasi yang dihimpun, longsor terjadi sekira pukul 13.30 WITA. Bencana tanah longsor ini tepatnya terjadi di Banjar Dinas Bug Bug Kaler, Desa Bug Bug, Kecamatan, Karangasem, Kabupaten Karangasem atau Jalan Raya Sangyang Ambu.
Mulanya, pada waktu sekira pukul 13.30 WITA hujan turun cukup lebat. Di lokasi kejadian muncul air disertai dengan kerikil kecil. Volumenya tidak terlalu besar. Semula volume air dan bebatuan yang tidak seberapa itu makin deras dan banyak melintasi jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini Proses Pembersihan akibat longsor masih berlangsung," kata saksi I Wayan Sukra Atmaja dalam saat dikonfirmasi kepada detikcom, Sabtu (31/1/2015).
Saat itu, dirinya hendak melintas di jalan Sang Hyang Ambu. Akan tetapi terjebak macet dikarenakan longsor. "Kemacetan sekitar empat kimometer dari Jl Karangasem menuju Candi Dasa itu," kata pria asal Klungkung itu.
Saat ini, menurut dia lagi, pembersihan masih dilakukan petugas BPBD, dan Basarnas serta kepolisian. Pembersihan rumah warga yang hancur itu dipimpin Wakapolres Karangasem dan Kapolsek Karangasem AKP I Wyn Rateng.
Sementara itu, Kepala BPBD Karangasem hingga kini tidak dapat dihubungi melalui ponselnya. Kemungkinan besar terhambat signal di areal longsor terjadi.
Selain dua korban meninggal dunia, korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit yakni I Wayan Buda (60) dan Ketut Ukir (41). "Kami semua yang terjebak macet sempat membantu evakuasi korban," tukasnya.
(jor/spt)











































