"βKalau ERP hitungannya gimana? Satu ruas, satu jam 1500 kendaraan. Kalau lebih dari itu, kecepatan pasti macet. Ya sudah naikin harga (tarif ERP). Kalau kurang dari itu turunin harganya. Tapi sekarang kita sisakan satu jalur busway. Sayang juga kan, kalau dia lewat tiga menit, terus dua tiga menit nggak ada mobil. Dua tiga menit masuk mobil kan lumayan," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (30/1/2015).
Karena faktor itu, Ahok menyuarakan ide agar mobil yang ingin masuk jalur TransJ harus membayar sejumlah uang. Sekarang, tinggal memikirkan idenya ini bisa diaplikasikan dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang terjadi saat ini, jumlah bus yang masih kurang membuat waktu tunggu penumpang TransJβ lebih lama. Tak jarang jalur TransJakarta kosong sedangkan jalur biasa kendaraan bermacet-macet ria. Akhirnya, tak jarang mobil-mobil itu menerobos jalur bus yang seharusnya dikenai tilang maksimal Rp 500 ribu.
β
Ia juga menampik anggapan sejumlah pihak yang menilai dirinya berpihak pada orang kaya dengan mencetuskan ide ini. Karena, ide ini terkesan pemerintah berpihak pada orang kaya karena memperbolehkan mobil masuk jalur Transjakarta sedangkan tetap membatasi motor memasuki Jalan MH Thamrin hingga Medan Merdeka Selatan.
"Jadi apakah buat orang kaya? Enggak dong, kalau kamu merasa kaya tapi kamu pelit, kamu naik bus tingkat gratis di sini. Kalau kamu merasa enggak (pelit) meskipun bokek tapi mau cepat, ya bayar. Jadi bukan mempersoalkan miskin kaya," pungkasnya.β
(bil/aan)











































