Kemendikbud akan Rintis UN 2015 dengan Komputer bagi SMA yang Siap

Kemendikbud akan Rintis UN 2015 dengan Komputer bagi SMA yang Siap

- detikNews
Kamis, 29 Jan 2015 17:57 WIB
Kemendikbud akan Rintis UN 2015 dengan Komputer bagi SMA yang Siap
Ilustrasi (Foto: Wikipedia)
Jakarta - Selain memutuskan bahwa nilai Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2015 bukan lagi menjadi penentu kelulusan siswa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga akan merintis UN dengan komputer, khususnya untuk tingkatan SMA. Namun, karena masih merupakan rintisan, sistem ini akan diberlakukan bagi SMA yang siap.

"UN berbasis komputer, ini adalah perintis untuk tahun ini untuk sekolah-sekolah yang sudah siap dulu," jelas Kepala Pusat Penelitian dan Penilaian Pendidikan Kemendikbud, Prof Ir Nizam.

Hal itu disampaikan Nizam dalam jumpa pers tentang Ujian Nasional 2015 di Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dipaparkan Nizam, tidak ada perbedaan soal antara UN memakai kertas dengan komputer, kecuali alat untuk mengerjakan UN. Soal UN nanti semuanya adalah model pilihan ganda.

"Soalnya setara, kemudian model soalnya sama yaitu check point, tingkat kesulitannya sama. Di paper ada bacaan, di komputer ada bacaan, kemudian waktu juga sama. Yang beda hanya alatnya. Kalau kertas itu ada tatakan, kemudian ada tip-ex atau setip (penghapus), terus keringet ngucur, kertas basah. Kemudian kalau komputer kan tidak. Tinggal klik-klik. Pokoknya pinter megang mouse kemudian tidak gregeli (tremor) yo wes," papar Nizam.

Namun, komputer yang dibuat UN itu, jelas dia, tak akan bisa membuka situs pencari seperti Google, Yahoo atau Windows Bing. Komputer yang akan digunakan juga memakai pencatat waktu yang akan menutup sendiri bila waktu ujian sudah habis. Komputer yang digunakan UN ini, imbuhnya, akan terintegrasi dengan server di Kemendikbud.

"Soalnya ada timernya juga. Jadi timer habis terus selesai dan soal hilang. Kalau mati lampu, nggak apa-apa. Karena waktu pengerjaannya tersimpan. Terus genset dinyalakan komputer nyala kemudian waktu jalan lagi. Pokoknya joss! Sistemnya itu online. Kita sinkronkan dengan server kita," jelas Nizam.

UN dengan komputer ini, harapan ke depannya adalah untuk penghematan. Nantinya, tak perlu lagi mencetak soal ujian di kertas.

"Kita juga sudah memberikan 862 daftar sekolah (SMA) yang akan mengikuti ujian dengan komputer kepada Dinas Pendidikan. Dinas ini mengkaji mana saja sekolah yang rasio komputer dan siswa 1:3, lebih bagus 1:2," tuturnya.

(nwk/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads