"Saya rela motor saya dibakar, ini bentuk protes saya kepada kinerja 100 hari Jokowi-JK. Saya rela untuk pulang jalan kaki," ucap Ujang yang rumahnya di Senen, Jakarta Pusat ini kepada wartawan, Kamis (29/1/2015) sore.
Ujang yang juga koordinator aksi demo ini meminta agar Jokowi tidak lagi pencitraan dengan blusukan. Menurutnya masyarakat sudah tahu bagaimana kinerja Jokowi selama 100 hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karman BM, Ketua Umum GPPI menambahkan, aksi kali ini adalah untuk mengkritisi 100 hari kerja Jokowi-JK. Menurutnya Jokowi banyak membuat kebijakan yang menyusahkan rakyat, seperti misalnya soal pencabutan subsidi BBM dan konflik KPK-Polri.
"Naik turunnya harga BBM tapi tidak diimbangi dengan harga sembako yang turun juga," ucap Karman.
Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam GPII berdemo dengan membakar ban dan motor Kawasaki. Motor tersebut milik Ujang yang diparkir di halaman markas GPII. Ujang memang sengaja merelakan motornya dibakar sebagi bentuk protes terhadap Jokowi.
Motor dibakar sampai gosong di Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.20 WIB. Akibat peristiwa ini, lalu lintas dari Menteng ke Tugu Tani sempat tertutup.
(slm/nwk)











































