"Kita tidak mengecek LSD kok. Yang kita cek itu, semua jenis narkotika," kata Kepala Humas BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto kepada detikcom, Kamis (29/1/2015).
Menurut Sumirat, tes tidak dilakukan secara spesifik untuk LSD karena barang buktinya nihil. Petunjuk soal pemakaian LSD hanya didapat dari pengakuan tersangka Christopher.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNN mengambil sampel urine dan darah Christopher pada tanggal hari Rabu (21/1) pukul 10.00 WIB. Kecelakaan terjadi pada Selasa (20/1) pukul 20.30 WIB, sementara Christopher mengaku mengkonsumsi LSD pukul 16.30 WIB.
Hasil pemeriksaan BNN kemudian diserahkan ke polisi pada hari Jumat (23/1). Namun polisi baru mengumumkannya pada hari Selasa (27/1). Kenapa butuh empat hari untuk pengumuman?
"Ya kita nggak tahu, yang pasti kita diberi tugas memeriksa, kita lakukan secepat yang kita bisa. Mau polisi merilis berapa hari lagi, itu sudah bukan wewenang kita, mungkin bisa tanyakan pada kepolisian," jawab Sumirat.
Terkait pengakuan Christopher soal konsumsi LSD, Sumirat mengatakan tidak bisa dijadikan acuan untuk pemeriksaan lab.
"Untuk diketahui saja, di dunia saat ini adaβ 354 jenis narkotika baru, dan di Indonesia ada 35 jenis baru yang ditemukan.β Sementara LSD itu bukan jenis narkotika baru, ini jenis lama, tapi saat ini sudah ada 3 modifikasi, kandungannya bukan LSD lagi. Bentuknya sama, seperti kertas juga, tapi bahan kimianya lain," urainya.
Dokter spesialis syaraf dr Tony Setiabudi mengatakan, pengaruh LSD hanya berada di tubuh selama 5 jam. Artinya, pengaruh LSD di dalam darah Christopher sudah hilang sekitar pukul 22.00 WIB malam, Selasa (20/1).
(rni/mad)











































