Tabrakan Maut di Pondok Indah

Kronologi Pemeriksaan Sampel Urine Christopher dari Positif ke Negatif

- detikNews
Kamis, 29 Jan 2015 17:12 WIB
Jakarta - Christopher Daniel Sjarif (22) sempat dinyatakan positif narkoba, sebelum akhirnya dipastikan negatif. Sebenarnya, bagaimana proses pemeriksaan sampel tersangka kecelakaan maut di Pondok Indah, Jaksel, tersebut?

detikcom menghimpun keterangan dari berbagai sumber, mulai dari polisi, pengacara Christopher, Agus Salim, hingga BNN, Kamis (29/1/2015). Berikut kronologinya:

Selasa (20/1) Pukul 16.30 WIB

Berdasarkan pengakuan Christopher kepada polisi, dia mengkonsumsi LSD di Pacific Place. Barang itu berupa potongan kertas yang dia peroleh dari sahabatnya M Ali Riza. Keduanya sama-sama mengaku mengkonsumsi narkoba 'jadul' tersebut.

Selasa (20/1) Pukul 20.30 WIB

Terjadi kecelakaan di Pondok Indah. Mobil Mitsubishi Outlander milik Ali yang dikemudikan oleh Sandi, sopirnya, tiba-tiba direbut oleh Christopher. Mobil itu kemudian menabrak lima motor dan dua mobil. Empat orang tewas akibat kejadian ini.

Rabu (21/1) pagi

Kabiddokes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak mengatakan, pemeriksaan awal terhadap Chris sudah dilakukan pada Rabu (21/1) pagi. Petugas Dokkes Polda Metro Jaya saat itu mengetes urine Christoper dengan 5 item narkotika, di antaranya amphetamine, methampetamine dan morfin. Hasilnya negatif.

Sebagai second opinion, petugas memeriksakan kembali Christoper ke RS Polri Kramat Jati dengan memeriksakan 8 item narkotika termasuk alkohol dan ekstasi. Hasilnya sama, negatif.

Rabu (21/1) pukul 10.00 WIB

Christopher dibawa ke BNN. Lembaga antinarkoba itu lalu mengambil kembali sampel urine dan darah Christopher.

Petugas juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap Christopher untuk mengetahui gejala-gejala jika ia mengkonsmsi narkotika. Hasilnya: ada peningkatan tekanan darah yaitu 140/80, kemudian denyut nadi meningkat dan juga ada kecemasan dan tidak bergairah.

Ciri-ciri tersebut memiliki kesamaan dengan ciri fisik pada seseorang yang tergejala memakai LSD. Namun, gejala seperti tekanan darah dan denyut nadi yang meningkat, bisa jadi karena pengaruh Christopher yang merasa tertekan karena statusnya sebagai tersangka. Belakangan, ciri-ciri fisik ini tidak diperkuat oleh hasil lab.

Rabu (21/1) malam

Kapolres Jaksel Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menyampaikan ada dugaan Christopher mengkonsumsi barang-barang tertentu. Lalu, Kabid Humas Polda Kombes Pol Martinus Sitompul memastikan positif narkoba LSD. Belakangan, pengumuman ini diluruskan. Mereka menyatakan, data itu berdasarkan pengakuan tersangka.

Jumat (23/1)

Hasil lab dari BNN keluar sekitar siang hingga sore hari. Saat itu, BNN sudah menyatakan negatif.

Selasa (27/1)

Kapolres Jaksel Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menggelar jumpa pers. Dia memastikan Christopher dan Ali negatif narkoba. Pernyataan awal yang dirilis sehari setelah kecelakaan, itu berdasarkan pengakuan mereka, bukan hasil lab.

Kamis (29/1)

Dokter spesialis syaraf dr Tony Setiabudi mengatakan, pengaruh LSD hanya berada di tubuh selama 5 jam. Artinya, pengaruh LSD di dalam darahnya sudah hilang sekitar pukul 22.00 WIB malam, Selasa (20/1).




(rni/mad)