Rakyat Irak Memilih Ditengah Kekerasan

Rakyat Irak Memilih Ditengah Kekerasan

- detikNews
Senin, 31 Jan 2005 01:06 WIB
Jakarta - Pemilih di Irak memberikan suaranya pada pemilihan nasional pertama sejak digulingkannya Saddam Husein. Pasukan Amerika dan Irak dalam jumlah besar diturunkan untuk melindungi rakyat memilih dewan nasional yang akan membuat undang undang dasar Irak. Para pemberontak yang mengancam akan memnbunuh orang yang memberikan suara, telah melakukan sejumlah penyerangan. Paling tidak 20 orang tewas dalam serangkaian pemboman bunuh diri dan serangan mortir di Baghdad. Karena hanya kendaraan bermotor resmi yang diizinkan berada di jalan, kebanyakan pembom berjalan kaki ke TPS. Ledakan juga terdengar di kota kota lain. Pejabat PBB di komisi pemilihan Irak menyatakan jumlah pemilih yang muncul di TPS cukup menggembirakan.Di bagian Kurdi di utara dan wilayah Shiah di selatan terjadi antrian pemilih. Rakyat Irak memilih untuk anggota majelis berjumlah 275 orang yang akan menyusun konstitusi.Berbagai serangan terjadi di Irak sejak TPS dibuka pukul 07 pagi waktu setempat. Sedikitnya enam orang tewas ketika seorang pembom bunuh diri dengan bahan peledak di badannya meledakkan diri di luar TPS di Baghdad Timur.Di Baghdad Barat, seorang pembom bunuh diri menewaskan empat orang lainnya dan melukai sedikitnya enam orang di luar TPS, dan empat polisi dilaporkan tewas dalam serangan bunuh diri terpisah di TPS. Di kawasan Sadr City, sedikitnya empat orang tewas, dan sembilan lainnya terluka ketika sebuah mortir jatuh di TPS, dan empat orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan lain di dan di dekat ibukota Baghdad.Ledakan juga terdengar di Basra, Mosul, dan Baquba dimana pertempuran dilaporkan terjadi di selatan.Lebih dari 100 partai dan koalisi turut serta dalam pemilu ini. Sebelumnya, perbatasan darat Irak dan bandar udara utama ditutup dalam upaya untuk mengantisipasi kekerasan menjelang pemilu hari Minggu. Langkah itu merupakan bagian dari operasi keamanan yang menurut sejumlah laporan menyebabkan kehidupan normal di Irak menjadi seperti lumpuh.Namun kekerasan sporadik terus berlanjut. Lima orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di pos pemeriksan Khanaqin, di dekat perbatasan Iran. Kontak senjata juga terjadi di Baghdad. Di Basra, tentara Inggris menahan sejumlah tersangka dan menyita bahan peledak, dengan mengatakan mereka mendapat informasi akan ada serangan bom. Selama satu minggu ini lusinan tempat pemberian suara di Irak menjadi sasaran serangan kaum perlawanan dan hari ini serangan bunuh diri terjadi di Hanakin, sebelah barat laut Baghdad. Namun sejauh ini, yang belum terjadi adalah serangan yang lebih besar. Dengan kata lain, kaum perlawanan belum melakukan serangan bom besar-besaran yang menurut militer Amerika telah direncanakan. Hal ini mungkin karena operasi keamanan besar-besaraan yang membuat kehidupan di sebagian besar wilayah Irak menjadi lumpuh. Saat ini diberlakukan larangan keluar rumah yang sangat ketat. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads