Pemilu di Irak, 31 Orang Tewas
Senin, 31 Jan 2005 00:08 WIB
Jakarta - Bangsa Irak saat ini tengah melaksanakan pesta demokrasi melalui pemilihan umum yang pertama sejak separuh abad ini. Namun pemilu di Irak harus dibayar mahal. Terjadi beberapa kali serangan bom bunuh diri dan mortir yang mengakibatkan 31 orang tewas.Serangan tidak hanya dilakukan di sejumlah tempat suara tapi juga sejumlah pejabat yang pro terhadap pemilu buatan Amerika Serikat (AS) itu. Sedikitnya terjadi hingga delapan serangan bom bunuh diri dan serangan mortir oleh para pejuang Irak.Kendati serangan itu terus dilancarkan oleh kelompok pejuang Irak, namun pemilu tak akan diulang atau diundur. "Serangan tidak akan menghentikan perhelatan akbar ini," tutur Kepala Penasihat PBB untuk Komisi Pemilihan Umum Irak Carlos Venezuela seperti yang dikutip Associated Press, Senin (31/1/2005).Serangan ini pun tidak mempengaruhi masyarakat Irak untuk tidak memilih dalam pemilu yang pertama paska pemerintahan Saddam Hussein. Seorang pemilih berjalan dengan santai menuju ke tempat pemilihan suara dan mengucapkan "Kami tak memiliki rasa takut". "Saya takut? Tentu saja tidak karena ini adalah negaraku," kata Fathiyya Muhammad yang menggunakan pakaian tradisional daerahnya. Berkaitan dengan aksi boikot pemilu, hal itu hanya pernyataan sikap bukan sebuah fatwa. "Organisasi yang menyerukan aksi boikot pemilu bukanlah sebuah fatwa akan tetapi hanya sebuah pernyataan," kata Juru Bicara Asosiasi Mahasiswa Muslim Irak Omar Ragheb.Kepolisian Baghdad mengatakan ada beberapa ledakan di beberapa tempat yang berbeda. Dalam sebuah serangan yang mematikan seorang pelaku bom bunuh diri meledakan dirinya di sebuah tempat pemungutan suara di Baghdad. "Ada tiga orang polisi dan seorang sipil tewas," kata seorang petugas. Seorang saksi mata Faleh Hussein mengatakan, pelaku melakukan peledakan dengan berjalan kaki lalu ia meledakkan rompinya ketika sudah berada di garis batas pemilih. Dalam ledakan yang kedua di tempat pemungutan suara menewaskan seorang polisi dan dua tentara Irak. Serangan juga terjadi di sebuah sekolah di Selatan Baghdad, dalam serangan tersebut empat orang tewas termasuk si pelaku. Sekitar lima orang lainnya tewas dalam sebuah serangan sekolah di Timur Baghdad.Penyerangan tidak hanya terjadi di lokasi TPS namun juga para pejabat negara. Di Mosul seorang deputi gubernur lolos dalam sebuah percobaan pembunuhan. Namun pengawalnya tak berhasil lolos dalam serangan tersebut.
(mar/)











































