Ekspektasi Masyarakat Terhadap Pemerintahan SBY Menurun

Ekspektasi Masyarakat Terhadap Pemerintahan SBY Menurun

- detikNews
Minggu, 30 Jan 2005 22:02 WIB
Jakarta - Ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla setelah 100 hari masa kerja telah menurun. Sebelumnya tingkat ekspektasi masyarakat terhadap pasangan ini sebelum menjabat cukup tinggi.Penilaian itu didasarkan atas hasil polling yang dilakukan oleh Polling Center dalam keterangan persnya di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Minggu 30/1/2005). Dalam polling yang dilakukan pada minggu ke tiga pada bulan Januari di 31 propinsi itu menunjukan data, penurunan paling mencolok di mata publik terhadap kinerja pasangan SBY-JK adalah dalam hal menjaga kestabilan harga serta penciptaan lapangan kerja. Untuk kestabilan harga ekspektasi masyarakat turun dari 93,49 persen pada sebelumnya kini menjadi 26,67 persen. Sedangkan penciptaan lapangan kerja menurun dari 94,4 persen menjadi 42,4 persen.Menurut Agus Pambagio selaku pengamat kebijakan publik yang juga turut menjadi pembicara pada acara tersebut mengatakan, ada dua hal yang menyebabkan mengapa masyarakat begitu tipis kepercayaannya terhadap dua hal tersebut."Pertama lapangan kerja adalah harapan yang sangat besar dari masyarakat ketika pemilu berlangsung dan pasangan SBY-JK dipercaya dapat melakukan perubahan, Kedua mengenai adanya isu kenaikan BBM yang hingga kini belum terealisasi, sehingga hal ini banyak menimbulkan sebagian pihak untuk menimbun barang- barang karena tidak ada kepastian kapan harga BBM akan naik," katanya.Agus menambahkan, selain kedua faktor tersebut ada faktor lain yang menyebabkan hal tersebut terjadi, yaitu tidak legitimatenya kabinet Persatuan Indonesia untuk bekerja. "Keppres pelindung para menteri tidak ada, bagaimana para menteri dapat bekerja secara optimal," katanya.Karena keppres yang dipakai masih keppers yang lama yaitu Keppers No 101 dan 102 tahun 2001 di mana dalam keppres tersebut tidak terdapat menteri yang sekarang masuk kedalam kabinet SBY-JK seperti Menpora dan Menpera.Namun secara umum, meskipun terjadi penurunan nilai ekspektasi masyarakat, kinerja pasangan SBY-JK masih tetap berkisar 70 persen sampai 91 persen. Yakni sebesar 71 persen dalam hal penanganan TKI dan 91 persen dalam penanganan kasus bencana alam Aceh.Polling ini sendiri dilakukan dengan jumlah sample sekitar 1980 responden dengan margin error sebesar 2,2 persen dari 95 persen tingkat kepercayaan."Setidaknya kami melakukan polling ini hanya untuk melihat raport kinerja SBY-JK bukan untuk mendeskriditkan pasangan SBY-JK," kata Yanti B Sugarda dari Polling Center. "Ini kan baik untuk memberikan warning bagi pemerintah agar berhati-hati dalam menjalankan roda pemerintahan karena masyarakat luas ikut untuk mengawasi," tambahnya. (mar/)


Berita Terkait