Rabies Kembali Mengganas di NTT, 1 Orang Tewas
Minggu, 30 Jan 2005 18:35 WIB
Kupang - Penyakit menular rabies kembali membawa korban di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Korban terus bertambah dalam sebulan terakhir ini. Korban terakhir bernama Elisabeth Wuhan (40) warga Desa Wua Kerong yang tewas setelah digigit anjing tertular rabies. Tercatat hingga kini sudah 12 warga Desa Wuakerong dan Duawutun, Kecamatan Nangawutun dinyatakan positif rabies. Namun 10 orang dari mereka berhasil diselamatkan setelah mendapat suntikan vaksin anti rabies dan serum anti rabies dari tim medis. Satu korban lainnya masih hidup, namun menolak untuk diberi suntikan anti virus dan anti serum rabies.Mengganasnya rabies di Lembata, disebabkan karena adanya migrasi sejumlah anjing pengidap rabies dari Kabupaten Flores Timur melalui pelabuhan tradisional akibat kurangnya karantina hewan untuk melakukan pengawasan serta rendahnya vaksinasi terhadap populasi anjing rabies di daerah itu.Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi NTT, Maria Geong, yang dihubungi di Kupang, mengatakan, dalam delapan tahun terakhir, jumlah korban tewas akibat gigitan anjing rabies di Kabupaten Manggarai, Sikka, Ngada, Ende, Flores Timur, Manggarai Barat dan Lembata mencapai 128 orang. "Total gigitan dalam kurun waktu 1997 - 2005 di delapan kabupaten tersebut sebanyak 8693 kasus dan 128 diantaranya tidak berhasil diselamatkan," kata Maria.Korban tewas terbanyak berasal dari Kabupaten Ngada, yakni 60 orang disusul Flores Timur 28 orang, Sikka 17 orang, Manggarai 14 orang, Ende 7 orang dan Lembata 1 orang. Kemungkinan bertambahnya kasus rabies di daratan Flores dan Lembata akan bertambah, karena lebih dari 50 ribu ekor anjing dari populasi 200 ribu ekor yang masih ada belum divaksinasi.Menurutnya, setiap gigitan anjing rabies, mengandung lyssa virus yang sangat mematikan karena masa inkubasi pada tubuh korban hanya dua minggu sampai enam bulan. Lyssa virus hanya menyerang system syaraf pusat atau syaraf otak dan akan mati seiring dengan kematian induk semangnya. Secara klinis, korban gigitan rabies akan menunjukkan beberapa perubahan prilaku diantaranya depresi, gejala sakit syaraf seperti pika, munsul sifat kanibal, beringas, menggigit tanpa provokasi, air liur menggantung atau lumpuh. "Apabila dalam kurun waktu tersebut korban tidak mendapat suntikan vaksin anti rabies dan serum anti rabies maka kemungkinan besar korban akan tewas," lanjut Maria Geong.
(mar/)











































