Lenggang Jakarta Mandek Gara-Gara PLN 'Dipalak' BPKD, Ahok: Gendeng Nggak?

Lenggang Jakarta Mandek Gara-Gara PLN 'Dipalak' BPKD, Ahok: Gendeng Nggak?

- detikNews
Kamis, 29 Jan 2015 13:22 WIB
Lenggang Jakarta Mandek Gara-Gara PLN Dipalak BPKD, Ahok: Gendeng Nggak?
PKL di Monas (Foto:dok detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI berencana menggelar program 'Lenggang Jakarta' untuk menampung PKL di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mencanangkan program tersebut dapat terlaksana Agustus 2014 lalu.

Namun kenyataannya hingga kini belum juga terealisasi. Apakah yang menjadi kendalanya?

"Lenggang Jakarta nungguin PLN. Ada salah paham, masa PLN (mau) pasang gardu, BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah) minta sewa. Gendeng gak?" ujar Ahok di Jl Gunung Sahari 7A Timur, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suami Veronica Tan tersebut menyebut pihaknya hingga kini masih mengurus pemasangan gardu. Ahok mengaku dibuat pusing terkait urusan ini.

"Ini lagi diurus. Nggak bisa pasang gardu listrik. Dimintain sewa, aduh pusing saya," keluhnya.

"Sama kayak Bank DKI. Bank DKI mau pasang ATM di semua kantor, sekolah dan di kantor lurah disuruh sewa. Makanya sekarang nggak usah sewa," sambung Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini berharap bulan depan sudah dapat terselesaikan dengan baik. Sehingga pedagang yang sudah terdaftar bisa segera menempati kios yang tersedia.

"Target bulan depan," pungkasnya.

Sekadar informasi, program Lenggang Jakarta merupakan kerjasama dengan corporate social responsibility (CSR) PT Sosro. Lenggang Jakarta merupakan sebutan untuk lokasi binaan, yang terletak di kawasan IRTI Monas. Program tersebut akan memberi edukasi kepada para pedagang untuk menjajakan jajanan yang higienis dan bebas bahan kimia berbahaya, seperti formalin, boraks dan minyak jelantah.

Ratusan pedagang yang terseleksi menerima kios di Lenggang Jakarta tersebut memang pedagang yang resmi berjualan. Selama pembangunan Lenggang Jakarta berlangsung, para pedagang ini diminta untuk berhenti berjualan sementara.

Untuk mengisi kekosongan waktu hingga pembangunan Lenggang Jakarta selesai, pihak Pemprov DKI Jakarta memberikan pelatihan bagi para pedagang tersebut.

(aws/slm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads