Farid Faqih: Saya Dipukuli 9 Orang, 4 Orang Anggota TNI
Minggu, 30 Jan 2005 17:02 WIB
Jakarta - Koordinator Goverment Wacht (GOWA) Farid Faqih mengaku pemukulan terhadap dirinya dilakukan oleh 8-9 orang. Dari jumlah pelaku itu, 3-4 orang di antaranya merupakan anggota TNI. Salah satu anggota TNI itu Kapten Syuaeb.Hal itu disampaikan Farid dalam teleconference dengan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) di Hotel Sahid, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Minggu (30/1/2005). Dalam acara itu IPB mengecam penangkapan dan penganiayaan terhadap Farid.Farid membantah tudingan melakukan pencurian. Tindakannya mengambil bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Aceh untuk mengamankannya agar tidak rusak. Farid mengaku telah melaporkan tindakannya itu kepada Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PBP)"Mencuri itu tak mungkin banyak, pasti sedikit. Saya hanya melakukan pengamanan agar barang-barang jangan rusak. Karena saya mendapat sindiran dari orang-orang Asing. Mereka itu bilang, bangsa Indonesia tak bisa menangani bantuan," kata Farid. Farid mengaku sering mengikuti pertemuan rutin Satkorlak. Dari pengamatannya di lapangan, Farid menyimpulkan terjadi kesulitan dan distribusi logistik. Akibatnya bantuan menumpuk dan rusak.Koordinator GOWA itu lantas melaporkan pengamatannya itu kepada Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Alam Aceh Mabes TNI Mayjen Bambang Darmono. Mendapat laporan Farid, Bambang mengaku akan memperbaikinya dan akan melakukan pengamanan. "Namun dalam 2 hari ternyata tak ada perubahan. Kemudian saya ambil alih untuk mengamankan itu melalui LSM PARAM," kata Farid.LSM PARAM berada dalam naungan GOWA. LSM itu, menurut Farid, sudah teruji sebelumnya dalam menyalurkan bantuan PBB di beberapa wilayah.Setelah LSM Param mengamankan bantuan itu, Farid mendapat SMS agar ke hanggar Lanud Iskandar Muda. Tak tahunya di hanggar itu Farid dipukuli. Salah satu di antara para pemukul itu, yakni Kapten Syueib bahkan mengancam akan membunuh Farid. "Di hanggar ini saya dipukuli 8-9 orang. Sebanyak 3-4 orang anggota TNI," ujar Farid. Farid mengaku masih berada di Polresta Banda Aceh. Kondisinya, katanya, sudah membaik.
(iy/)











































