Adakah isyarat yang ingin disampaikan oleh Jokowi?
Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan pertemuan Jokowi dengan Prabowo adalah kode untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan partai lain di kubu Koalisi Indonesia Hebat. Koalisi Indonesia Hebat adalah yang paling ngotot mengajukan Komjen Budi sebagai calon Kapolri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kode atau isyarat serupa pernah 'dilemparkan' Presiden Jokowi saat Partai Golongan Karya pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) dan partai politik di kubu Koalisi Merah Putih akan menolak Perppu nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah.
Sikap Golkar yang akan menolak Perppu Pilkada itu diputuskan dalam Munas kubu Ical yang digelar di Nusa Dua, Bali awal Desember 2014 lalu. Melihat tanda-tanda Golkar akan menggalang kekuatan untuk menolak perppu Pilkada, Jokowi pun 'melempar kode'.
Pada Senin, 8 Desember 2014 Presiden Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan ini menjadi 'kode' khusus bagi kubu Ical dan KMP. Maklum Perppu Pilkada diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat oleh SBY saat masih menjabat Presiden.
SBY berkepentingan agar Perppu itu lolos di DPR dan disahkan menjadi Undang-undang. Langkah Jokowi melempar 'kode' mujarab. Sehari setelah pertemuan Jokowi dengan SBY, Golkar kubu Ical berubah sikap.
Melalui akun Twitternya @aburizalbakrie, Ical mengumumkan bahwa Partai Golkar mendukung perppu pilkada langsung menjadi Undang-undang. Perppu Pilkada langsung pun disahkan menjadi Undang-undang oleh DPR.
Di tengah pro-kontra pencalonan Komjen Budi Gunawan dan konflik antara KPK dengan Polri, Presiden Jokowi mengundang Prabowo Subianto yang juga Ketum Gerindra ke Istana Bogor.
Akankah 'kode' yang dilempar Jokowi berhasil?
(erd/nrl)











































