Himpunan Alumni IPB Kecam Penangkapan Farid Faqih
Minggu, 30 Jan 2005 16:11 WIB
Jakarta - Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) mengecam penangkapan dan penganiayaan yang dilakukan TNI AU terhadap Koordinator Government Watch (GOWA) Farid Faqih. Mereka meminta penanganan kasus Farid tidak melanggar HAM.Demikian disampaikan Ketua Himpunan Alumni IPB, Ir Muwardi P Simatupang dalam teleconference dengan Farid Faqih di Hotel Sahid, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Minggu (30/1/2005). Hadir dalam acara itu mantan anggota DPR Achmad Sumargono dan mantan Rektor IPB Prof Dr Satari.Himpunan Alumni IPB mempunyai 3 sikap terhadap penangkapan Farid Faqih yang merupakan alumni IPB. Pertama, mengecam keras terjadinya tindakan main hakim sendiri dan penganiayaan berat terhadap Farid di Aceh pada 26 Januari 2005.Kedua, menuntut pemerintah dan pihak berwenang untuk segera menangani dan menyelesaikan masalah Farid secara terbuka dan adil. Hal ini untuk mencegah peristiwa pelanggaran HAM tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang.Ketiga, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menegakkan supremasi hukum secara adil dan beradap. Pada kesempatan itu, Ahmad Sumargono menilai tudingan pencurian terhadap Farid Faqih merupakan rekayasa. Dia tidak percaya Farid melakukan pencurian. "Saya sama sekali tidak percaya tuduhan pada Farid Faqih. Ini hanya rekayasa karena sebelumnya Farid mengkritik tentang masalah pengungsi dan pemerintah. Boleh dikatakan dia dijebak," kata Gogon, panggilan akrab mantan anggota DPR itu.Gogon lantas meminta pemerintah bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang melakukan penganiayaan terhadap Farid.
(iy/)











































