Deplu Minta KJRI Cek Kebenaran Tewasnya Dulmatin

Deplu Minta KJRI Cek Kebenaran Tewasnya Dulmatin

- detikNews
Minggu, 30 Jan 2005 15:12 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) sampai saat ini belum mengetahui mengenai kabar tewasnya Dulmatin dalam serangan udara militer Filipina Kamis (27/1/2005) lalu. Deplu meminta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di kota Davao, Mindanao, Filipina mengecek kebenaran berita itu."Belum ada pemberitahuaan resmi dari pemerintah Filipina. Kita juga sudah meminta KJRI Davao untuk mencari cari tahu mengenai hal ini," kata Juru Bicara Deplu Yuri Thamrin, saat dihubungi detikcom via telepon, Minggu (30/1/2005).Yuri mengaku, pihaknya baru mendengar berita tersebut dari media massa Jumat kemarin. Sementara pihak militer Filipina sudah menyatakan keyakinannya bahwa Dulmatin yang diduga sebagai anggota Jemaah Islamiyah (JI), ikut tewas dalam serangan itu.Seperti diberitakan sebelumnya, Dulmatin dinyatakan tewas di sarang Abu Sayyaf di Mindanao, setelah dihujani 100 kg bom dan 6 roket. Namun informasi siapa saja yang berada di sasaran pemboman itu masih simpang siur.Sumber yang satu menyebut bahwa selain Dulmatin, 2 WNI lainnya juga hadir yaitu Mauran dan Mauyha. Sumber ini memastikan bahwa Dulmatin tewas.Sedangkan sumber lainnya menyebut bahwa WNI yang ada adalah Dulmatin dan Umar Patek. Namun tidak disebutkan bagaimana kondisi keduanya. (fab/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads