Pernyataan ini dilontarkan Said ketika menerima Agung yang ingin silaturahmi di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2015) siang tadi. Dia sempat memberikan wejangan-wejangan kepada Agung agar mampu menurunkan ego kedua belah pihak.
“Kalau kedua belah pihak, kami menyepakati menyelesaikan sesuai dengan surat dari Menkumham saja, jadi lewat islah atau kalau itu gak tercapai maka kami memakai jalur pengadilan,” kata Agung menjawab pertanyaan wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said menyatakan hal tersebut lantaran menurutnya di tubuh Golkar banyak kader-kader yang berlatar belakang dari NU. Itu sebabnya dia bersedia menjadi semacam penengah untuk menyelesaikan dualisme kepemimpinan antara Ical dan Agung.
Menanggapi hal tersebut, Agung hanya tertawa. Menurutnya proses islah tetap berjalan dan sudah ada kemajuan meski memang terbilang sangat lamban. Hingga saat ini konflik di tubuh Golkar masih menunggu keputusan pengadilan negeri. Dia berharap proses tersebut selesai di tingkat pengadilan negeri dan tidak ada gugat menggugat.
“Kami berharap cukup sampai pengadilan negeri saja, tapi ini hak hukum ya bisa saja jika memang ada yang ingin mengajukan sampai MA, yang jelas totalnya enggak boleh lebih dari 90 hari,” tutur mantan Menkokesra itu.
(ros/bil)











































