“Tidak juga (islah terhambat karena saling gugat di pengadilan). Karena proses pengadilan kan tanggal 5 Januari, dan islah sudah berjalan sebelumnya,” kata Agung di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2015).
Dia mengklaim saat ini para negosiator sudah membuat beberapa kesepakatan, termasuk menyusun nama-nama politisi yang akan jadi pengurus partai. Kepengurusan itu akan meleburkan dua versi kepemimpinan di tubuh Golkar yang merupakan hasil Munas Jakarta dan Munas Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya Agung tak menjelaskan struktur kepengurusan baru tersebut, termasuk siapa yang akan menjadi ketuanya. Saat ini, baik Agung maupun Ical sama-sama menjadi ketua Golkar. Namun kedua kepengurusan itu belum mendapat pengakuan dari pemerintah dalam hal ini Kemenkum HAM.
(ros/slm)










































