"Karena sudah punya banyak pengikutnya, supaya masyarakat tidak bingung makanya saya tegaskan kemarin bahwa akun itu bukan akun resmi Presiden Jokowi. Itu akun dibuat untuk keperluan kampanye, yang dikelola tim kampanye," jelas Andi di Istana, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2015).
Menurut Andi tidak ada yang salah dengan akun Facebook dan Twitter Jokowi yang ada saat ini. Akun tersebut memang terverifikasi punya Jokowi saat masih menjadi calon presiden yang dikelola oleh tim di Posko Pemenangan kala itu. Namun setelah terpilih, Jokowi belum memiliki akun resmi kepresidenan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istana akan mengambil alih pengelolaan akun Facebook dan Twitter Jokowi agar resmi menjadi akun kepresidenan dan kemungkinan dikelola oleh sekretaris pribadi presiden. Surat permintaan juga sudah dikirim ke pihak pengelola.
"Beberapa hari lalu sudah diminta. Kami sedang integrasikan saja ke Istana. Jadi kami cari kemungkinan yang megang, jadi salah satu staf di sini," katanya.
"Kemungkinan malah yang jadi adminnya kita tarik ke Istana," tambah Andi.
Hal yang sama juga berlaku untuk akun Ibu Negara Iriana. Akun yang ada saat ini masih dikelola oleh tim pemenangan. "Bukan dikelola Bu Iriana, bukan oleh tim kepresidenan," tutupnya.
Akun Facebook Jokowi yang dimaksud Andi beralamat di Joko Widodo. Terdapat tanda centang biru verified. Akun ini selama ini dianggap awak media sebagai akun resmi Jokowi sehingga banyak dikutip di media massa, termasuk ketika akun ini update status "Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti..." pada Minggu 25 Januari 2015.
Sedang akun Jokowi di Twitter beralamat di @Jokowi_do2. Akun ini ada sejak Jokowi menjadi Wali Kota Solo. Tweet terakhir di akun ini tercatat pada Agustus 2014.
(slm/nrl)











































