"Jenazah label B053 teridentifikasi menggunakan metode primer yaitu pemeriksaan DNA dengan pembandingnya adalah baju seragam korban yang belum sempat dicuci," kata Ketua Tim DVI Polda Jatim Kombes Pol Budiyono saat jumpa pers bersama Kabid Humas Kombes Pol Awi Setiyono dan perwakilan dari manajemen AirAsia di media center di Crisis Center AirAsia QZ8501 di Mapolda, Jalan A Yani Surabaya, Rabu (28/1/2015).
Budiyono menerangkan, korban B053 bepergian bersama kedua orang tuanya (Reggy Ardhi-Caroline Harwon Lioe) serta dua saudaranya Michele Clemency Ardhi dan Jayden Cruze Ardhi. Namun, jenazah ini baru pertama kali teridentifikasi dari keluarga yang semuanya menjadi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menggunakan sampel DNA, tim DVI jugamemperkuat dengan dukungan teknik foto kepala korban dengan foto semasa hidup dan hasilnya identik. Serta diperkuat data medis dan antropologi dan properti yang masih terpakai oleh korban yaitu celana panjang warna crem sama juga dengan analisa dari CCTV.
"Dengan demikian maka jenazah label B053 tak terbantahkan identik dengan Marianne Claudia Ardhi seorang perempuan usia 11 tahun warga Surabaya," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono menambahkan, sampai hari ini Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim menerima 70 jenazah korban AirAsia QZ8501.
"56 jenazah sudah teridentifikasi dan 14 jenazah tersimpan di cold storage dan terus dilakukan pendalaman," tandas Awi.
(roi/try)










































