Pemerintahan Jokowi-JK memang belum merilis hasil evaluasi kinerja menteri-menteri Kabinet Kerja. Namun sorotan publik mungkin bisa dijadikan acuan.
Ada 19 menteri dari kalangan profesional di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Berarti, 15 sisanya adalah menteri profesional parpol.
Menteri dari profesional yang paling banyak disoroti tentu saja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Meski hanya menggenggam ijazah SMP, namun sepak terjang Menteri Susi jadi yang paling banyak dipuji.
Menteri nyentrik ini ramai diperbincangkan karena keberaniannya mendorong penenggelaman kapal-kapal pencuri ikan. Kebijakannya di sektor perikanan dinilai sebagai terobosan yang memberi optimisme bangkitnya sektor perikanan Indonesia, meski ada juga kritik yang menghampiri sang menteri.
Menteri profesional lain yang juga menjadi sorotan adalah Anies Baswedan. Keberaniannya mengubah kebijakan penerapan kurikulum 2013 dan Ujian Nasional yang kini tak lagi jadi satu-satunya indikator kelulusan mengundang pujian.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono juga menuai pujian, khususnya soal gaya kerja keduanya yang berbeda dari menteri-menteri sebelumnya.
"Menteri Pertanian nggak pernah di kantor. Kalau rapat selalu pamit, ya memang yang betul seperti itu. Menteri PU Pera juga sama, ngukur jalan, cek irigasi, bendungan, jalan tol. Bukan hanya masalah teken-teken di kantor. Kalau cuma gitu, kualitas proyek jelek bagaimana," puji Jokowi sewaktu-waktu.
Gebrakan Menteri ESDM Sudirman Said juga menuai pujian. Keberaniannya berupaya membasmi mafia migas diacungi jempol berbagai kalangan. Keberhasilannya mendesak Freeport membuat smelter juga jadi sorotan.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga jadi sorotan, khususnya saat membongkar karut marutnya dunia penerbangan.
Bagaimana dengan menteri-menteri dari parpol? Sejumlah menteri dari parpol terlihat menggebrak di awal jabatannya.
Di antaranya trio menteri dari PKB, yaitu Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, dan Menpora Imam Nahrawi. Trio PKB ini banyak turun ke lapangan, namun memang belum banyak menelurkan terobosan.
Menteri dari Hanura Yuddy Chrisnandi juga cukup menonjol di awal jabatannya. Kebijakannya yang cukup disoroti adalah soal larangan PNS rapat di hotel. Kebijakan itu menimbulkan kontroversi, karena kalangan pengusaha perhotelan yang merasa omzetnya turun memprotes Yuddy.
Menteri parpol yang juga menimbulkan kontroversi adalah Menko Tedjo Edhy yang berasal dari NasDem. Pernyataan-pernyataannya kerap menjadi kontroversi. Menko Tedjo di antaranya pernah melarang Golkar kubu Ical menggelar Munas di Bali, juga pernah hadir di acara Harlah PPP yang sedang berkonflik.
Kontroversi terbaru, Menko Tedjo menyebut para pendukung KPK sebagai 'rakyat nggak jelas'. Pernyataan itu menuai protes keras dari kalangan aktivis antikorupsi.
Selebihnya, menteri-menteri parpol belum banyak terdengar memberi kontribusi untuk negeri. Menteri-menteri dari parpol sepertinya masih harus lebih banyak unjuk gigi.
Berikut menteri-menteri Jokowi dari parpol:
1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjiatno (Parpol-Nasdem)
2. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani (Parpol-PDI-P)
3. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo (Parpol-PDIP)
4. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly (Parpol - PDIP)
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Yuddy Chrisnandi (Parpol-Hanura)
6. Menteri Koperasi dan UMKM: AAGN Puspayoga (Parpol-PDIP)
7. Menteri Perindustrian: Saleh Husin (Parpol-Hanura)
8. Menteri Tenaga Kerja: Hanif Dhakiri (Parpol-PKB)
9. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya (Parpol-Nasdem)
10. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan (Parpol-Nasdem)
11. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin (Parpol-PPP)
12. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa (Parpol-PKB)
13. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi (Parpol-PKB)
14. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar (Parpol-PKB)
15. Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M Nasir (Parpol-PKB)
(tor/van)











































