Ucapkan Kata Kotor Saat Mendemo Istana, Monang Ditangkap

Ucapkan Kata Kotor Saat Mendemo Istana, Monang Ditangkap

- detikNews
Sabtu, 29 Jan 2005 17:24 WIB
Jakarta - Gerakan pro demokrasi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) meminta kepolisian khususnya Polres Jakarta Pusat untuk membebaskan Monang Tambunan. Monang adalah peserta aksi ARB yang melakukan demonstrasi di depan Istana Merdeka untuk menyampaikan sikap terhadap perjalanan 100 hari pemerintahan SBY-JK. Desakan pembebasan Monang disampaikan beberapa perwakilan Aliansi Rakyat Bersatu dalam konferensi pers di kantor Kontras Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (29/1/2005). Aliasi Rakyat Bersatu terdiri dari beberapa LSM dan ormas, di antaranya Kontras, Walhi, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Kemerdekaan (GMNK). Salah satu presidium GMNI, Hafid, menyatakan, penangkapan terjadi karena Monang mengeluarkan kata-kata kotor dalam orasinya. Apakah kata-kata kotor itu? Hafid hanya menyebut satu contoh saja. "Banyak yang tidak tahu kata-kata kotor saja yang diucapkan oleh Monang karena peserta aksi cukup banyak sekitar 300 orang dan polisi lebih banyak lagi. Jadi suasana cukup ramai," jelas Hafid. "Apa pun yang dikeluarkan Monang, itu bentuk ekspresi kekecewaan terhadap kinerja pemerintahan. Dan kalau Monang ditahan hal ini jelas sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar HAM yang menjamin kebebasan hak setiap warga negara untuk mengungkapkan pendapat di depan umum," ujarnya.Genap sudah Monang sehari ditahan. Dan selama ini Monang mengalami tekanan psikologis yang dilakukan aparat di tahanan. "Meskipun tidak ada pemukulan, tapi Monang tertekan," kata Hafid.Sebagai tindak lanjutnya, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan mengajukan surat penangguhan penanganan ke Polres Jakpus. Namun waktunya ditentukan setelah ada negosiasi dengan tokoh-tokoh politik dalam membantu pembebasan temannya itu. "Tokoh-tokoh politik itu yang dekat dengan kami dan kami akan usahakan menegosiasikannya hari Senin atau Selasa", kata Hafid.Di tempat yang sama, salah satu pengacara yang ditunjuk untuk membantu pembebasan Monang, Gatot dari LBH Jakarta, menyatakan proses penahanan yang dilakukan Polres Jakpus tidak memenuhi syarat. "Ini kan merupakan suatu aksi. Seharusnya polisi melihat dari segi itu. Penangkapan ini hanya sikap overacting polisi," ujarnya. Adapun kronologi penangkapan Monang Tambunan versi Aliansi Rakyat Bersatu:Pukul 13.30-14.10Peserta aksi Alinsi Rakyat Bersatu mulai berkumpul di depan Kantor Indosat Jl Medan Merdeka Timur guna mengkonsolidasi barisan dan mempersiapkan segala perangkat aksi sembari menanti kehadiran peserta aksi yang lain. Persiapan diisi dengan orasi, sosialisasi yel-yel, lagu aksi serta penataan baris oleh perangkat-perangkat aksi. Di tahapan persiapan jumlah massa yang terkonsentrasi sebanyak 300 peserta aksi.Pukul 14.10-15.20Peserta aksi melakukan start rally dan bergerak perlahan menyusuri Jalan Medan Merdeka menuju ke arah Istana.Pukul 15.20-15.35Koordinator aksi mempersilakan perwakilan GMNI untuk menyampaikan orasinya yaitu Monang Tambunan. Menyimak orasi yang disampaikan Monang, Kapolres Jakarta Pusat menginstruksikan aparatnya untuk menurunkan Monang dan menangkapnya. Beberapa petugas berpakaian preman merengsek ke mobil komando dan berteriak dan menarik kaki Monang agar semuanya dilakukan setelah aksi. Namun apolres tidak mengindahkan bahkan bersama aparat lain yang berseragam semakin merangsek mendekat. Pukul 15.35-16.00Suasana semakin tidak terkendali, peserta maju berusaha mengamankan Monang. Polisi berhasil menurunkan dan menyeret Monang ke dalam Taman monas. Humas dan aksi dan beberapa peserta aksi terus membuntuti guna memastikan Monang tidak mendapatkan perlakuan kekerasan. Memasuki pintu gerbang Taman Monas, polisi menutup paksa pintu gerbang dan melarang beberapa peserta aksi masuk dengan alasan untuk keamaanan. Beberapa peserta aksi mendesak masuk, dorong-mendorong terjadi sehingga baju salah satu peserta aksi dirobek secara paksa. Kemudian polisi berteriak memarahi peserta aksi tersebut dan menampar muka yang dilakukan oleh salah seorang petugas berpakaian preman. Monang terus digelandang masuk mobil tahanan. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads