200 Hektar Hutan Wisata di Riau Diduga Sengaja Dibakar
Sabtu, 29 Jan 2005 15:20 WIB
Pekanbaru - Sekitar 200 hektar kawasan hutan Wisata Sungai di Dumai, Riau terbakar diduga sengaja dibakar kelompok masyarakat untuk menghilangkan barang bukti dalam kasus gagalnya reboisasi di lokasi tersebut."Kita patut mencurigai atas kebakaran kawasan hutan Wisata. Jangan-jangan kebakaran itu disengaja untuk menghilangkan barang bukti dimana lokasi tersebut pernah menjadi proyek reboisasi yang gagal," kata Direktur Tropika, LSM Bidang Lingkungan, Harijal Jalil kepada detikcom di Pekanbaru, Sabtu (29/01/2005).Menurut Harijal, kasus proyek reboisasi yang gagal di hutan wisata pada tahun 2002 hingga 2003 tidak terlepas keterlibatan oknum-oknum di jajaran Dinas Kehutanan Pemerintah Kota Dumai."Agar kasus reboisasi yang gagal itu tidak menjadi kabur, Irjen Departemen Kehutanan harus segera menurunkan timnya untuk mengusut tuntas masalah kebakaran hutan wisata tersebut," kata Harijal.Kepala Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau, Jhon Kenedy membantah luas hutan yang terbakar mencapai 200 hektar. Menurut Jhon, kebakaran hutan Wisata itu memang telah berlangsung selama sepekan. Namun, luas yang terbakar hanya 20 hektar saja."Kini di lokasi itu tidak ada lagi ditemukan api yang menyala. Kalau pun masih timbul asap, hal itu disebabkan kebakaran di hutan Wisata itu hanya ada di bawah permukaan saja, karena kawasan hutan merupakan daerah gambut," kata Jhon, saat dihubungi detikcom per telepon.Dikatakan dia, sebanyak 75 orang tim kebakaran Manggala Agni dari BKSDA telah berada di lokasi untuk menjinakkan api. "Bila kita lihat dari permukaan, api sebenarnya tidak ada lagi. Hanya saja, sisa kebakaran itu masih terjadi di bawah permukaan tanah. Hal itu dimungkinkan karena kawasan itu merupakan kawasan hutan gambut," kata Jhon.Lanjut Jhon, pihaknya tengah mencari dalang yang melakukan pembakaran tersebut. "Kita mengakui kawasan itu sengaja dibakar masyarakat. Namun kita belum mengetahui siapa pelakunya," ungkap Jhon.
(aan/)











































