Murid TK pun Beraksi untuk Aceh

Surat dari Jepang

Murid TK pun Beraksi untuk Aceh

- detikNews
Sabtu, 29 Jan 2005 15:09 WIB
Jakarta - Seorang wanita asal Indonesia bernama Yuliana Dahlan menulis surat kepada detikcom, Sabtu (29/1/2005). Dia menceritakan kiprah para siswa TK di Jepang yang turut berempati pada musibah tsunami di Aceh. Tak urung, hal itu membuatnya tersentuh.Cerita Yuliana Dahlan terungkap dalam e-mailnya sbb:Saya adalah Ibu rumah tangga yang sedang tinggal di Kota Beppu, Oita Prefecture, Jepang. Anak saya yang berumur 5 tahun sedang belajar di sebuah TK di kota kami, namanya Himeyama Yochien.Ada beberapa kegiatan di TK ini yang membuat hati saya sebagai orang Indonesia terenyuh kagum, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan solidaritas untuk teman-teman mereka sesama anak kecil di Aceh yang terkena musibah gempa dan tsunami.Puncak kegiatan mereka adalah Jumat kemarin (28/1/2005) siang. Dimotori oleh mahasiswa Ritsumeikan Asia Pacific University(APU) dalam kegiatan bertajuk CROSSOVERSEA2005, suatu kegiatan untuk solidaritas korban gempa dan tsunami aceh.Anak-anak bersama orang tua melepaskan balon yang telah ditulisi dan dilukisi harapan dan do'a mereka untuk teman-teman mereka di aceh. Penulisaan do`a dan lukisan ini telah disiapkan seminggu sebelumnya, setelah anak-anak mendapat berbagai cerita tentang derita anak-anak di aceh yang terkena musibah dari gurunya.Untuk orangtua yang ingin ikut melepas balon, satu balon dikenakan uang 200 yen, sedang untuk anak-anak gratis. Banyak orang tua yang membeli beberapa balon.Malam harinya mahasiswa APU mengadakan acara yang sama di kampus mereka, dengan diselingi pentas seni dari berbagai negara, termasuk delegasi mahasiswa Indonesia yang menyuguhkan tari Saman dan kupu-kupu. Dalam acara kali ini selain diikuti mahasiswa APU, jugabanyak terlihat anak-anak kecil dari kota Beppu.Kata panitia dalam laporan akhirnya yang dibacakan dalam akhir acara, total uang yang terkumpul hari itu 2 juta yen lebih (maaf angka detailnya tidak ingat), dalam rupiah sekitar 190 juta rupiah. Dan dana yang terkumpul disalurkan lewat Palang Merah Jepang, khususnya untuk tambahan perbaikan sarana pendidikan.Memang nilai nominal uang yang didapat tidak ada artinya dibanding dengan kerusakan di aceh. Namun kegiatan anak-anak dari tingkat TK di Jepang yang telah dilibatkan dalam kegiatan kemanusiaan dan ikut diajak membayangkan dan merasakan derita teman-teman mereka yang terkena musibah seperti kegiatan ini cukup membuat hati saya terenyuh dan haru, sampai menitikakan air mata.Dalam kegiatan ini, sepertinya mereka tidak mengenal batas negara, perbedaan ras dan agama, yang mereka pedulikan, hanya solidaritas sesama manusia.Sekadar diketahui, redaksi detikcom banyak menerima e-mail sejenis dari warga Indonesia di luar negeri, baik dari warga biasa maupun staf KBRI/perwakilan RI di luar negeri. Mereka menceritakan bagaimana semangat warga di negeri seberang turut berpartisipasi menyumbang mengatasi bencana tsunami Aceh. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads