Jejak Hakim Agung Pemalsu Putusan Gembong Narkoba 'Hilang' di Mabes Polri

Jejak Hakim Agung Pemalsu Putusan Gembong Narkoba 'Hilang' di Mabes Polri

- detikNews
Selasa, 27 Jan 2015 11:24 WIB
Hakim agung Yamani dipecat (dok.detikcom)
Hakim agung Yamani dipecat (dok.detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) bergerak cepat memecat Ahmad Yamani, hakim agung yang memalsu putusan gembong narkoba Hengky Gunawan. Namun, proses hukum Yamani seakan hilang usai kasusnya dilaporkan ke Mabes Polri.

"Ya, ternyata Bareskrim tebang pilih juga," kata pimpinan KY Imam Anshori Saleh, Selasa (27/1/2015).

Berikut kronologi kasus Yamani hingga 'hilang' di Mabes Polri:

1997
Hengky dihukum 1 tahun penjara oleh pengadilan di Belanda karena kedapatan membawa 2 ribu pil ekstasi

2003
Hengky dihukum 2 tahun penjara karena membuat pabrik ekstasi di Yogyakarta

23 Mei 2006
Hengky dibekuk BNN di Yani Golf, Gunung Sari, Surabaya, terkait aktivitasnya membangun lagi pabrik narkotika. Oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Hengky dihukum 15 tahun penjara. Vonis Hengky dinaikkan menjadi 18 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Surabaya. Di tingkat kasasi, MA menjatuhkan hukuman mati kepada Hengky.

16 Agustus 2011
Peninjauan Kembali (PK) Hengky dikabulkan. Duduk sebagai ketua majelis Imron Anwari dengan anggota Hakim Nyak Pha dan Ahmad Yamani. Sedianya, majelis hakim itu akan mengubah hukuman Hengky dari hukuman mati menjadi hukuman 15 tahun penjara. Namun saat salinan putusan dikirim ke Surabaya, Yamani 'membegal' putusan itu dan mencoret amar serta menggantinya menjadi 12 tahun penjara.

11 Desember 2012
MA dengan KY lalu membentuk Majelis Kehormatan Hakim (MKH) dan Yamani dipecat. Pemecatan ini menorehkan sejarah baru di dunia peradilan Indonesia yaitu Yamani sebagai hakim agung pertama di Indonesia yang dipecat!

Setelah itu KY melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri dengan terlapor Ahmad Yamani atas dugaan kasus pemalsuan akta otentik.

19 Desember 2012
MA siap digeledah polisi guna mencari petunjuk adanya pemalsuan pembatalan vonis mati gembong narkoba Hengky Gunawan.

"Saya katakan bersedia saja," kata juru bicara MA Djoko Sarwoko.

Namun Djoko mempersilakan polisi menggeledah seluruh gedung MA dengan syarat yaitu melalui prosedur hukum dan aturan yang ada.

"Asalkan prosedur yang jelas, seperti surat dari pengadilan dan izin yang jelas (maka silakan) karena ini proses hukum. Tapi saya bersedia kok," ungkap Djoko.

14 Januari 2013
Kabareskrim Komjen Sutarman mengaku lambat memproses aduan karena belum bisa mendapatkan bukti putusan yang dipalsukan.

"Sampai sekarang surat yang itu (berkas putusan), baik surat yang vonisnya aslinya yang 15 tahun dan surat yang mungkin diubah menjadi 12 tahun belum ketemu sama kami," kata Sutarman.

28 Januari 2013
Hakim agung Djoko Sarwoko mengaku diancam akan disantet oleh salah satu hakim agung yang mengadili Hengky Gunawan. Testimoni Djoko dituangkan dalam biografi 'Toga 3 Warna' halaman 157.

27 Januari 2015
KY Menagih janji Mabes Polri menyelesaikan kasus Yamani. KY membandingkan dengan proses terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Widjodjanto yang langsung menangkap BW 4 hari setelah dilaporkan.

(asp/nrl)