DetikNews
Selasa 27 Januari 2015, 09:01 WIB

Palsukan Identitas, Hakim Ad Hoc Tipikor di MA Direkomendasikan Dipecat

- detikNews
Palsukan Identitas, Hakim Ad Hoc Tipikor di MA Direkomendasikan Dipecat Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Komisi Yudisial (KY) merekomendasikan pemecatan terhadap hakim ad hoc tipikor pada tingkat Mahkamah Agung (MA) berinisial SM. Rekomendasi ini terkait pemalsuan identitas guna bisa mengawini perempuan lagi.

"Iya, sudah direkomendasikan pemecatan," kata pimpinan KY, Imam Anshori Saleh kepada detikcom, Selasa (27/1/2015).

SM merupakan hakim ad hoc yang berasal dari jalur akademisi. Selain memalsukan pekerjaan dan umur, SM tersebut juga memalsukan status perkawinan. Dalam berkas-berkas yang digunakan untuk menikah, ia menuliskan pekerjaannya sebagai pengacara (sebelumnya memang berprofesi sebagai advokat, tetapi ketika itu ia sudah menjadi hakim ad hoc) serta mengubah statusnya menjadi jejaka, padahal ia sudah menikah dan memiliki anak. Ia juga mengubah tahun kelahiran.

"Yang bersangkutan sudah diperiksa dan ia sudah mengaku," kata Imam.

Rekomendasi ini disampaikan ke MA. Usai menerima rekomendasi ini, MA akan mengambil sikap apakah menyetuji membentuk Majelis Kehormatan Hakim (MKH) atau tidak. MKH ini yang akan menentukan apakah seseorang dipecat atau tidak.

"Kasusnya jelas. Persoalan etik murni dan tidak beririsan dengan soal teknis yudisial," pungkas Imam.

Sebagai hakim ad hoc tipikor, ia kerap mengadili berbagai kasus besar di MA. Ia bergabung dalam majelis hakim khusus menangani kasus-kasus korupsi dengan nilai korupsi yang cukup fantastis.


  • Palsukan Identitas, Hakim Ad Hoc Tipikor di MA Direkomendasikan Dipecat
    Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
  • Palsukan Identitas, Hakim Ad Hoc Tipikor di MA Direkomendasikan Dipecat
    Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)

(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed