AS Ingatkan Perusahaan Eropa Tidak Berbisnis dengan Iran
Sabtu, 29 Jan 2005 12:50 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan perusahaan-perusaan Eropa untuk menghentikan urusan bisnis dengan Iran. Ini sebagai salah satu upaya yang dilakukan Washington untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.Demikian diungkapkan sejumlah diplomat Uni Eropa, seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (29/1/2005).Tekanan AS ini mempersulit Eropa untuk menawarkan insentif ekonomi kepada Iran. padahal insentif itu diperlukan untuk membujuk Teheran agar menghentikan proses nuklir yang bisa digunakan untuk membangun senjata."Mereka sedang ditekan oleh Washington. Akibatnya perusahaan-perusahaan besar Eropa tidak bersedia terlibat," ujar seorang diplomat uni Eropa. "Ini artinya kami benar-benar tidak punya insentif untuk ditawarkan ke Iran saat ini," imbuhnya.Tekanan AS itu tampaknya berhasil. Terbukti sejumlah perusahaan besar Eropa memilih untuk tidak berbisnis dengan Iran. Perusahaan-perusahaan itu khawatir bisnis mereka di AS akan rusak jika melakukan hubungan dagang dengan Iran.Di antara perusahaan-perusahaan yang telah menyatakan kepada pemerintah masing-masing bahwa mereka akan menjauh dari Iran adalah Siemens, perusahaan raksasa dari Jerman. Juga perusahaan nuklir Areva yang dikuasai pemerintah Prancis, perusahaan baja asal Jerman, ThyssenKrupp dan perusahaan minyak besar asal Inggris, BP.Washington gigih menuding Teheran tengah mengupayakan bom nuklir melalui aktivitas-aktivitas nuklirnya. Tuduhan ini dibantah keras Iran yang menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk kepentingan sipil.
(ita/)











































