"Hasil evaluasi masalah pengikatan, yang terjadi pada saat bodi pesawat akan diangkat tegangan ikatan makin kencang, sehingga tegangan makin kencang dan ombak datang jadi bodi pesawat ini goyang sehingga tiba-tiba putus kembali," kata Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Minggu (25/1/2015).
Dengan dua kali gagal mengangkat main body, tim SAR akan menambah tali pengikat, yang sebelumnya dua ikatan tali akan ditambah menjadi empat ikatan. Kemudian, pengikatan akan lebih dikencangkan agar tali tidak kembali putus saat proses pengangkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kondisi badan pesawat saat ini tidak sempurna, panjangnya hanya sekitar 10 meter. Namun, diperkirakan masih banyak jenazah di dalamnya.
"Badan pesawat kondisi sudah tidak sempurna lagi, kondisi sudah sangat hancur di dalam kabin, itu perlu kita teliti lagi apakah masih ada jenazah yang terperangkap," terangnya.
Setelah berhasil diangkat, badan pesawat akan dibawa ke Pelabuhan Kumai menggunakan kapal Crest Onyx. "Badan pesawat akan dijadikan satu dengan beberapa serpihan agar semuanya kita tampung di gudang pelabuhan kumai dan nantinya bs diangkut sekaligus ke Jakarta," tutupnya.
(rna/rna)










































