Regenerasi Ketum Partai, Pengamat: Nama yang Muncul Itu-itu Saja

Regenerasi Ketum Partai, Pengamat: Nama yang Muncul Itu-itu Saja

- detikNews
Minggu, 25 Jan 2015 20:43 WIB
Jakarta - Isu mengenai regenerasi dalam tubuh parpol tengah menjadi sorotan. Lembaga Survei Indonesia (LSI) Network besutan Denny JA merilis survei yang menunjukkan 72,0 persen masyarakat ingin ada regenerasi kepemimpinan partai.

Akan tetapi ada hal yang cukup menarik, meskipun menginginkan adanya regenerasi namun nama-nama yang kerap masih muncul justru politisi lama.

"Saya lebih memilih yang tidak jelas itu untuk konteks dinamika hari ini. Isu regenerasi, ada yang menarik dari nama-nama yang muncul publik lebih menyukai pemimpin muda tapi ditanyakan namanya masih muncul Hatta, Prabowo dan lainnya," ujar Ketua Yayasan Indonesia Berdemokrasi Hanta Yuda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dikemukakannya dalam diskusi publik LSI yang mengambil tema 'Partai Politik di Mata Publik, Evaluasi atas Kinerja Partai dan Regenerasi Politik' di kantornya, Jl Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2015). Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pol-tracking Institute ini menilai ada problem dalam tubuh partai yang tidak memberi kesempatan generasi muda untuk menduduki pucuk pimpinan.

"Mungkin ada problem di parpol untuk tidak memberi kesempatan orang muda untuk menjadi top leader. Pak Hatta, kalau mas Bima (Bima Arya) punya keinginan untuk maju kecil kesempatannya kalau mengandalkan suara publik. Kalau dari tune-nya kayaknya mas Bima dukung Hatta. Ya?" lanjutnya.

Walikota Bogor yang juga politisi PAN Bima Arya yang hadir dalam diskusi itu pun menganggukan kepalanya sebagai pertanda dukung Hatta Rajasa maju sebagai Ketum PAN periode 2015-2020. Menyoal periodisasi kepemimpinan, Hanta mengatakan setuju.

"Memang semua partai kita mau mendorong untuk regenerasi. Saya setuju kalau ada partai yang membatasi periode kepemimpinan, saya mendukung," sambung Hanta.

"Partai harus kita dorong melakukan demokratisasi internalnya. Partai mengalami keterbelakangan padahal institusi sudah reformasi besar-besaran. Saya setuju butuh kebaruan dari pemimpin-pemimpin muda itu," pungkasnya.

(aws/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads