Ini Respons Istana Tanggapi Desakan Mencopot Kabareskrim

Ini Respons Istana Tanggapi Desakan Mencopot Kabareskrim

- detikNews
Sabtu, 24 Jan 2015 20:13 WIB
Ini Respons Istana Tanggapi Desakan Mencopot Kabareskrim
Kabareskrim Irjen Budi Waseso berdiri di belakang calon kapolri Komjen Budi Gunawan (Foto: detikcom)
Jakarta - Irjen Budi Waseso didesak untuk segera dicopot dari posisinya sebagai Kabareskrim karena dianggap menjadi pemicu konflik KPK vs Polri. Bagaimana sikap istana menanggapi desakan publik ini?

Sosok Budi Waseso memang menjadi sorotan dengan sepak terjang perdananya yang langsung menangkap Komisioner KPK Bambang Widjojanto. Namun proses hukum yang terkesan dipaksakan dan membuat situasi semakin panas membuat Budi Waseso mendapat kritik tajam.

Sekretaris Kabinet Andi Widjojanto hanya menjawab normatif soal desakan itu. Bagi Andi sudah jelas, Jokowi meminta Polri menegakan profesionalisme dalam tiap tindakan hukumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setahu saya, Presiden memerintahkan Polri menjaga konsolidasi, menegakan disiplin agar Polri profesional untuk melakukan tindakan hukum ke depan," kata Andi di Setneg Jakarta, Sabtu (24/1/2015).

Budi Waseso baru lima hari menjabat sebagai Kabareskrim tepatnya sejak tanggal 19 Januari lalu. Dia menggantikan Komjen Suhardi Alius yang digeser ke Lemhanas. Penunjukan Budi mengundang protes masyarakat.

Karena itu, muncul dorongan agar Waseso dicopot. Alasannya yakni kegaduhan yang timbul akibat penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, yang dilakukan tanpa koordinasi dengan pimpinan Polri.

Perbuatan ini dianggapnya masuk ranah indisipliner. Selain itu, Budi juga dinilai bersikap partisan karena sejak awal menyatakan diri sebagai orang Komjen Pol Budi Gunawan.

Apalagi penggantiannya beberapa hari lalu diduga kuat juga tidak dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Presiden Jokowi. Padahal selayaknya Presiden ikut menilai calon Kabareskrim yang punya posisi strategis dalam penegakan hukum.


(mok/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads