"Kami saat ini tidak menyampaikan terkait pengakuan (apakah ada cekcok atau ditak), tetapi kalau apakah antara Sandy dan Christopher ada ribut mulut di dalam mobil, saya katakan betul ada situasi seperti itu," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat kepada wartawan dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2015).
Cekcok tersebut merupakan awal dari kecelakaan maut di Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah, yang menewaskan 4 orang tersebut. βAdu mulut itu juga yang membuat Christopher membuang handphone milik Sandy saat dia ingin menelepon pemilik mobil, Muhamad Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun begitu, saat ini fokus polisi bukan untuk menyelidiki apakah ada cekcok mulut antara Christopher dan Sandy, melainkan pemeriksaan urine dan psikologi.
"Kami tidak menyampaikan terkait pengakuan, tapi yang kami sampaikan terkait pembuktian alat bukti. Mengenai cekcok antara saudara tersangka dan saudara Sandy, itu semua harus dikonfirmasi dengan saksi yang lain, termasuk Christopher sendiri," kata dia.
"Hal itu, setelah pemeriksaan fisik dan psikologis, nanti akan kita dalami," tutur Wahyu.
(rni/jor)











































