Jelang Pemilu, Situasi Irak Kian Memanas
Sabtu, 29 Jan 2005 06:07 WIB
Jakarta - Mendekati pelaksanaan pemilu yang akan digelar besok, situasi di Irak terus memanas. Sedikitnya, 5 personel tentara Amerika Serikat tewas dalam berbagai kontak senjata di Baghdad.Selain itu, insiden itu juga menghancurkan tempat pemungutan suara yang tersebar di beragai tempat. Di tempat terpisah, 4 polisi Irak juga tewas akibat adanya ledakan bom mobil di Baghdad.Pejabat Irak sendiri mengumumkan telah berhasil menahan 3 tokoh dari jaringan Abu Musab al-Zarqawi. Kelompok Zarqawi selama ini dikenal sebagai bagian dari Al Qaeda, yang dianggap bertanggungjawab atas segala pengeboman dan penculikan.Seperti dilansir dari Kantor berita Associated Press, Sabtu (29/1/2005), warga Irak yang berada di luar negeri sudah menggunakan hak pilihnya. Di AS misalnya, sekitar 26.000 warga Irak diprediksi akan meramaikan pemilu ini. Hingga kini, ratusan pemilih di AS sudah meyalurkan hak pilihnya.Pemilu pertama di Irak kali ini akan memilih 275 anggota Majelis Nasional Irak (MNI). MNI ini nantinya akan memilih pemerintahan sementara dan menyusun konstitusi.Pemerintahan sementara yang dimaksud adalah memilih presiden dan wakilnya termasuk menunjuk Perdana Menteri. Setelah menyusun rancangan konstitusi maka MNI akan melakukan referendum pada 15 Oktober 2005. Bila konstitusi tersebut diterima rakyat maka pemilu untuk memilih perdana menteri akan digelar pada 15 Desember 2005. Namun, bila tidak diterima maka 15 Desember tersebut akan dipakai untuk memilih anggota MNI yang baru.
(ton/)











































