Hal itu diungkapkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, kepada wartawan seusai bertemu dengan Sultan di Gedong Wilis Kompleks Kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (23/1/2015).
"KUII VI 2015 ini akan digelar mulai hari Minggu 8 Februari hingga Rabu 11 Februari 2015 di Hotel Inna Garuda," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Sultan yang telah bersedia membantu dengan memberikan tempat yakni Pagelaran Kraton untuk acara pembukaan," kata Din didampingi Ketua Panitia Pengarah, Slamet Effendy Yusuf.
Menurut Din, KUII VI tahun 2015 ini menjadi momen penting dan bersejarah bagi Yogyakarta. Sebab dulu pada awal Indonesia berdiri juga pernah digelar di Yogyakarta. Kongres pertama tahun 1937. Kedua tahun 1945 di Yogyakarta. Selanjutnya pada tahun 1999 ditetapkan sebagai kongres ketiga di Jakarta. Kongres keempat dan kelima juga digelar di Yogyakarta.
"Pada tahun 2015 atau yang keenam ini kita kembali ke Yogyakarta," katanya.
Dia mengatakan peserta yang akan hadir terdiri dari pimpinan MUI Pusat, pimpinan MUI Provinsi se Indonesia, pimpinan ormas/lembaga islam, pimpinan pondok pesantren, perguruan tinggi Islam, tokoh/cendekiawan muslim dan tamu undangan khusus dari dalam dan luar negeri.
Ketua Panitia Pengarah Kongres, Slamet Effendy Yusuf menambahkan tema kongres adalah "Penguatan Peran Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban". Selama kongres empat hari ini peserta akan membahas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.
Berkaitan dengan perkembangan saat ini, lanjut Slamet, kongres juga akan menyoroti mengenai perkembangan tata ruang kota yang semakin tidak terkendali dan tidak mencerminkan kesatuan hubungan antara alam, Tuhan dan manusia. Padahal dulu mengenai konsep tata ruang yang baik seperti kota-kota dan kerajaan Islam masa lalu.
"Sekarang ini sudah tidak ada lagi, kita seakan kehilangan identitas peradaban Islam di negeri sendiri," katanya.
Sementara itu panitia lokal, Jazir ASP menambahkan agar lebih semarak dalam kongres tersebut, panita meminta agar semua masjid dan ormas Islam untuk memasang spanduk ucapan selamat datang kepada peserta di seluruh penjuru Yogyakarta.
"Ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan dari seluruh elemen masyarakat Yogyakarta akan terselenggaranya KUII VI/2015," pungkas dia.
(bgs/try)











































