Pengungsi di Palu Terserang Diare dan ISPA
Jumat, 28 Jan 2005 23:09 WIB
Palu - Lima hari pasca gempa bumi tektonik berkekuatan 6,2 Skala Richter yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, sebanyak 221 orang warga Bora, Donggala yang mengungsi terserang beragam penyakit. Sementara bantuan tenaga medis dan pasokan obat-obatan ke Puskesmas setempat masih terbatas.Penyakit diderita warga antara lain diare, hipertensi dan infeksi saluran pernapasan (ISPA). Dari 221 warga yang terserang penyakit 3 orang di antara telah dirujuk ke Rumah Sakit Bala Keselamatan Palu. Selain datang langsung ke Puskesmas Pembantu Bora, warga yang tidak bisa berjalan didatangi tim medis."Kalau saya, karena masih bisa berjalan, jadi saya datang ke Puskesmas. Dokter bilang, saya terkena infeksi saluran pernapasan. Saya dikasih obat sama bidan di sini," kata salah seorang pengungsi, Fajar, kepada detikcom, di Palu, Jumat (28/1/2005).Sementara, Kepala Puskesmas Pembantu Bora, Ana Sutrawati, mengatakan pihaknya telah mendapat pasokan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Donggala. Sementara tenaga medis, masih memanfaatkan tenaga medis dari Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Sigi Biromaru."Kami masih membutuhkan obat untuk hipertensi, itu yang belum ada. Sementara obat-obatan lain semisal paracetamol sudah cukup. Kami juga membutuhkan bantuan tenaga medis," ujar Ana.Dalam pantauan detikcom, masyarakat di pusat gempa Bora, Donggala, masih bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan di depan rumah. Mereka memasak, makan dan tidur di tenda-tenda itu hanya beralas tikar. Jadi, tak heran bila beragam penyakit mulai menyerang para pengungsi ini.
(ton/)











































