Jangan Kecilkan Peran Kurir Narkoba!

Indonesia Darurat Narkoba

Jangan Kecilkan Peran Kurir Narkoba!

- detikNews
Kamis, 22 Jan 2015 14:40 WIB
Jangan Kecilkan Peran Kurir Narkoba!
Marco Acher (reuters)
Jakarta - Dalam kartel narkotika, segala cara digunakan untuk menggerakkan roda bisnis hitam itu. Salah satunya membagi peran masing-masing personel sehingga barang haram itu sampai ke konsumen dan menghancurkan generasi bangsa.

"Kurir adalah bagian dari sebuah sistem organisasi kejahatan narkotika. Organisasi tidak bisa jalan tanpa ada kurir. Produsen sabu saja tidak berbahaya kalau tidak ada kurir," kata ahli hukum pidana Dr Kuat Puji Prayitno saat berbincang dengan detikcom, Kamis (22/1/2015).

Dalam berbagai kasus, peran-peran itu terbagi ke dalam beberapa bidang dengan bermacam-mavam variasi, seperti:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Penyandang dana yang bertugas mendanai operasi
2. Bos pabrik yang bertugas menjadi penanggung jawab operasional pabrik
3. Koki yang bertugas meracik bahan baku menjadi sabu/ekstasi
4. Petugas lapangan bertugas mencari lokasi pabrik, memantau lokasi, mencari bahan baku dan sebagainya
5. Sopir yang bertugas menjadi tim transportasi pabrik
6. Kurir yang bertugas membawa narkotika pascaproduksi dari pabrik ke berbagai negara
7. Bandar besar yang bertugas membagi narkotika tersebut dari kurir ke pengedar
8. Pengedar berbagi tugas ke pengecer
9. Pengecer bertugas menjual narkotika ke konsumen

Satu peran akan tergantung dengan peran lainnya dan saling bersinergi membangun kerajaan bisnis narkotika. Oleh sebab itu, pengajar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu meminta jangan mengecilkan peran kurir.

"Dalam persidangan, nanti majelis yang paling tahu peran kurir seperti apa dan hukuman yang pantas diberikan, termasuk hukuman mati," ujar Kuat.

Enam orang yang dieksekusi mati pada Minggu (18/1) lalu mempunyai peran vital masing-masing. WN Belanda Ang Kim Soei menjadi pemilik pabrik ekstasi dengan produksi 150 ribu butir per hari. Rani Andriyani menjadi kurir heroin yang akan menyebarkan ke Inggris.

Ada juga WN Vietnam Tran Thi Bich Hanh yang membawa 1 kg sabu. Sementara itu WN Brasil Marco Archer Cardoso Moreira menjadi kurir heroin seberat 13 kg.

Bahkan beberapa terpidana mati nekat menjadi kurir dengan menelan kapsul yang berisi sabu. Aksi nekat dan mengancam bahaya ini menunjukan peran mereka sangat besar dalam peredaran narkotika dan perbuatan ini disadari mereka.

Seperti Okonkwo Nonso Kingsley yang menelan 1,1 kg sabu dan tertangkap di Medan pada 2003 dan Okwudili Ayotanze yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada 2002 dengan cara yang sama. Keduanya telah dihukum mati tetapi belum dieksekusi hingga saat ini.

(asp/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads