Puan Maharani banyak disebut sebagai putri mahkota di internal PDIP, konon Puan yang disiapkan sebagai caketum PDIP menggantikan ibunya, Megawati Soekarnoputri. Puan juga cucu Sekarno yang terhitung paling sukses di kancah politik nasional saat ini.
Namun demikian posisi puan sebagai Menteri Koordinator PMK membuat dirinya tak bisa masuk jabatan penting di PDIP, sebab Presiden Joko Widodo melarang menteri rangkap jabatan di parpol. Untuk itu kemungkinan besar posisi Ketua Umum PDIP ke depan sudah santer bakal diisu Megawati kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat karier politik Puan berada di puncak capaian, puti seolah muncuk ke permukaan setelah lama menanti giliran. Puti yang kini duduk di kursi DPR RI tidaklah muluk-muluk mengincar kursi Sekjen atau Ketua Umum PDIP, tapi hanya Ketua DPD DKI atau Jabar saja.
Jauhnya jenjang karier politik dua sepupu ini bak putri mahkota dengan putri mutiara yang terpendam dalam di lautan. "Gampangnya kalau Puan itu putri mahkota, maka puti itu putri mutiara lah, perlu usaha dan waktu untuk menemukannya," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada detikcom, Kamis (22/1/2015).
Kehadiran Puti ini dianggap positif bagi trah PDIP yang selama ini didominasi oleh Megawati. "Puti ini bagaikan Purbasari dalam legenda lutung kasarung. Kelak di akhir cerita rakyat lebih memilih Purbasari jadi ratunya," kata Hendri.
Lalu apakah kelak Puti benar-benar akan bertarung melawan kakak sepupunya, Puan Maharani yang sampai kini begitu mendominasi?
(van/try)











































