"Saya kira idenya bagus. Kita kan butuh transportasi yang bisa dibangun dengan segera. Kalau ini kan pembangunannya cuma 3 tahun saja. Saya sih optimis membantu transportasi Jakarta," tutur Presiden Direktur Pakuwon Group Stefanus Ridwan kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2015).
Menurutnya, ide pembangunan LTR lebih baik dan cocok diterapkan di Ibu Kota. Stefanus menegaskan pihaknya akan mendukung upaya Pemprov DKI itu guna meningkatkan transportasi menyambut Asian Games 2018 nanti.
"Kira-kira kita pengembang akan support-lah untuk proyek ini. Kita support pembangunan infrastrukturnya," lanjutnya.
Sebagai kompensasinya, Pemprov DKI akan memberikan koefisien luas bangunan (KLB) terhadap gedung-gedung yang dilewati LRT.
"Ada peningkatan KLB. Zona 300 meter dari situ. Intinya kan demi kesejahteraan warga Jakarta. Ini ide yang baguslah," kata Stefanus.
Dia melanjutkan sejauh ini pembicaraan terkait kompensasi baru sebatas KLB. Dia hanya menegaskan, pihaknya mendukung pembangunan proyek moda transportasi tersebut.
"Hanya KLB. Imbalnya secara detail kan belum ya. Nanti ada pembicaraan lagi. Tapi menurut saya satu ide yang cukup brilianlah yang bisa dilakukan dengan segera waktunya juga surprising bahwa 3 tahun sudah selesai," tutupnya.
Adapun pengembang swasta yang ikut rapat hari ini bersama Ahok antara lain PT Jakarta International Expo, Agung Sedayu Group, Agung Podomoro Group, PT Intiland Development Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Lippo Group, Panin Group, PT Summarecon Agung Tbk dan Pakuwon Group.
(aws/vid)











































