Diancam Dibunuh, Farid Faqih Minta Dipindahkan ke Jakarta
Jumat, 28 Jan 2005 17:04 WIB
Jakarta - Koordinator Government Watch (Gowa) Farid Faqih mengaku telah menerima ancaman pembunuhan di Aceh. Dia pun meminta pemeriksaan terhadap dirinya dipindahkan ke Jakarta. Farid dituduh mencuri barang-barang bantuan korban tsunami itu menerima ancaman akan dibunuh pada saat diperiksa oleh TNI selama menjalani pemeriksaan di Lanud Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, sebelum dirinya dipindahkan ke Mapolresta Banda Aceh.Demikian dijelaskan Sekjen Gowa Andi Syahputra kepada wartawan sebelum bertemu dengan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung untuk meminta pemindahan Farid ke Jakarta, Jumat (28/1/2005)."Farid bilang dia diancam pada saat terjadi pemukulan dan pada saat pemeriksaan berlangsung. Saya tidak tahu siapa orangnya. Tapi Farid katakan lebih dari 2 orang. Dia diancam oleh orang yang mukul," katanya.Andi mengaku mendapat kabar itu dari Farid melalui ponsel sekitar pukul 11.00 WIB. Diuraikan dia, Farid dipukul di 2 tempat pada malam hari di Lanud.Pertama pemukulan dilakukan sewaktu berada di posko pintu masuk. Kedua di posko utama. "Mungkin ancamannya berlangsung di posko pintu masuk atau di posko utama, saya tidak tahu," ujarnya.Untuk itu, lanjut dia, Farid dan teman-teman sepakat untuk meminta pemindahan pemeriksaan ke Jakarta. Sebab walaupun diperiksa oleh polisi, suasana di sana cukup mencekam, dan dikhawatirkan akan terjadi hal yang sama terhadap relawan Gowa lainnya."Ada satu orang (relawan Gowa) yang cepat minta pulang karena dia sudah diikuti oleh orang tidak dikenal. Dia minta agar segera pulang ke Jakarta," ungkap Andi.Dipaparkan dia, tadi pagi 3 relawan Gowa yakni Topan, Erik, dan Eka digelandang ke Polresta Banda Aceh tanpa ada surat pemeriksaan yang jelas. Ketiganya langsung diangkut ke sana oleh polisi. Bahkan seorang relawan lainnya bernama Leo sudah diperiksa, bersamaan pada saat Farid ditahan di Mapolresta Banda Aceh. Sampai sekarang Leo belum pulang."Gowa memang menemukan manipulasi data penyelewengan bantuan yang sampai sekarang belum dipublikasikan," tukas Andi. Namun dia tidak tahu apakah Farid dipukul sehubungan dengan data-data yang dikumpulkan Gowa.Sebenarnya, lanjut dia, Farid ditugaskan PBB, khususnya oleh World Food Program untuk bertanggung jawab perihal pendistribusian di Aceh selama 3 bulan.
(sss/)











































