Luhut Panjaitan: Hubungan Jokowi dan Mega Baik-baik Saja

Luhut Panjaitan: Hubungan Jokowi dan Mega Baik-baik Saja

- detikNews
Rabu, 21 Jan 2015 19:02 WIB
Luhut Panjaitan: Hubungan Jokowi dan Mega Baik-baik Saja
Jakarta - Isu santer dominasi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mulai mengganggu Presiden Joko Widodo. Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan menampik rumor ini.

"Nggak juga lah, baik-baik hubungan Pak Jokowi dengan Ibu Megawati," kata Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan di Bina Graha kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/1/2015).

PDIP memang sampai kini masih ngotot mendorong pelantikan Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri. Padahal Presiden Jokowi memutuskan menunda pelantikan tersangka rekening gendut tersebut menjadi Kapolri.

Sejak awal penunjukan Komjen Budi Gunawan memang sangat santer ada campur tangan Megawati Soekarnoputri. Wakil Ketua Komisi III DPR dari PDIP Trimedya Panjaitan mengaku mendapatkan titah ketum Megawati Soekarnoputri untuk memuluskan Komjen Budi.

Tak hanya pemilihan Kapolri saja yang diiringi isu santer berhubungan dengan Teuku Umar. Belakangan pemilihan Wantimpres juga diselesaikan di rumah Megawati Soekarnoputri. Sejak awal pembentukan kabinet kerja juga restu Ketum PDIP Megawati jadi kunci mulusnya calon menteri dari PDIP. Maruarar Sirait yang ditunjuk Jokowi tanpa restu Mega pun harus tersingkir.

Namun demikian kuatnya campur tangan Mega di pemerintahan Jokowi dibantah oleh elite PDIP. PDIP menegaskan Mega menghormati sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi.

"‎Setahu saya selaku petugas partai, terakhir Ibu mengatakan bahwa PDIP tidak pernah dan tidak akan pernah mencampuri pemerintahan Jokowi, termasuk dalam penyusunan kabinet," ujar anggota komisi III Fraksi PDIP Junimart Girsang kepada detikcom, Rabu (21/1/2015).

Termasuk juga soal pencalonan Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri ditegaskan tidak ada perintah khusus dari Megawati. "Saya dengar sendiri ibu katakan itu, dan kepada kami tidak ada perintah itu (memastikan Presiden melantik Budi Gunawan) di DPR," imbuhnya.

(van/try)


Berita Terkait