"Golkar tetap sebagai penyeimbang. Bukan berarti penyeimbang harus oposisi. Memberikan masukan seperti ini suatu tugas yang harus dilakukan warga negara," kata Ical.
Hal ini disampaikan Ical usai bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap saja begitu. Kalau baik kita dukung, kalau menurut kami kurang baik kita bicarakan," katanya.
Pertemuan itu lebih banyak membicarakan masalah perekonomian. Selain iut juga soal persiapan pembahasan APBN-P 2015.
"Itu is a lot of money, harus diutamakan pula pemerataannya," pesannya.
Lalu kenapa Ical tak langsung bertemu Presiden Jokowi?
(van/nrl)










































