Ini Isi Pertemuan Tertutup Ical dan Luhut Panjaitan

Ini Isi Pertemuan Tertutup Ical dan Luhut Panjaitan

- detikNews
Rabu, 21 Jan 2015 14:58 WIB
Ini Isi Pertemuan Tertutup Ical dan Luhut Panjaitan
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan menggelar pertemuan tertutup dengan Ketum Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie. Ical mengaku mereka lebih banyak membicarakan ekonomi. Ada hal lainnya yang dibahas?

"Hanya pertumbuhan yang diutamakan tetapi juga pemerataan. Kita tahu gini rasio kita sudah pada 0,43 persen di atas batas aman 0,40 karena itu program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat mesti digulirkan bersamaan dengan program untuk menaikkan suatu economy growth," kata Ical usai pertemuan yang digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Pertemuan tersebut lebih banyak membahas program ekonomi pemerintah dan pemerataan pembangunan di berbagai bidang. Salah satu topik pembahasannya soal PNPM Mandiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun kita tahu program PNPM itu sangat digandrungi daerah, karena itu saya sarankan program PNPM, juga bicara dengan presiden, presiden mengatakan PNPM harus jalan terus," kata Ical.

"Saya sampaikan pada Pak Luhut bagaimana caranya program pembangunan dalam infrastruktur bukan hanya infrastruktur provinsi dan pusat. Bukan juga hanya lapangan terbang dan hanya pelabuhan tetapi juga infrastuktur desa. Karena infrastruktur desa justru akan membuat pemerataan lebih baik," imbuh Ical.

Ical lantas menegaskan posisi Golkar sebagai penyeimbang. "Golkar tetap sebagai penyeimbang. Bukan berarti penyeimbang harus oposisi. Memberikan masukan seperti ini suatu tugas yang harus dilakukan warga negara," kata Ical.

"Kalau baik kita dukung, kalau menurut kami kurang baik kita bicarakan. Usulan tadi sama pentingnya dengan pertumbuhan itu suatu usulan yang melihat tambahan dana pembangunan Rp 290 triliun untuk APBNP itu it's a lot of money. Harus diutamakan pula pemerataannya," kata Ical seraya menampik pertemuan tersebut membahas calon Kapolri.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads