"Hanya pertumbuhan yang diutamakan tetapi juga pemerataan. Kita tahu gini rasio kita sudah pada 0,43 persen di atas batas aman 0,40 karena itu program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat mesti digulirkan bersamaan dengan program untuk menaikkan suatu economy growth," kata Ical usai pertemuan yang digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/1/2015).
Pertemuan tersebut lebih banyak membahas program ekonomi pemerintah dan pemerataan pembangunan di berbagai bidang. Salah satu topik pembahasannya soal PNPM Mandiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sampaikan pada Pak Luhut bagaimana caranya program pembangunan dalam infrastruktur bukan hanya infrastruktur provinsi dan pusat. Bukan juga hanya lapangan terbang dan hanya pelabuhan tetapi juga infrastuktur desa. Karena infrastruktur desa justru akan membuat pemerataan lebih baik," imbuh Ical.
Ical lantas menegaskan posisi Golkar sebagai penyeimbang. "Golkar tetap sebagai penyeimbang. Bukan berarti penyeimbang harus oposisi. Memberikan masukan seperti ini suatu tugas yang harus dilakukan warga negara," kata Ical.
"Kalau baik kita dukung, kalau menurut kami kurang baik kita bicarakan. Usulan tadi sama pentingnya dengan pertumbuhan itu suatu usulan yang melihat tambahan dana pembangunan Rp 290 triliun untuk APBNP itu it's a lot of money. Harus diutamakan pula pemerataannya," kata Ical seraya menampik pertemuan tersebut membahas calon Kapolri.
(van/nrl)











































