Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan untuk pengawasan pohon-pohon, pihaknya sudah bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Oleh peneliti dan ahli pohon dari Fakultas Kehutanan IPB, pohon-pohon di Kota Bogor akan diperiksa kondisi dan kesehatannya menggunakan sebuah alat bernama Sonic Tomografi.
Dengan alat tersebut, kata Bima, kondisi kesehatan sebuah pohon akan dapat dideteksi. Tak hanya itu, dengan alat tersebut juga bisa diketahui kondisi bagian dalam sebuah batang pohon apakah kropos atau masih baik. Kondisi ini besar peranannya karena bisa jadi penyebab sebuah pohon tumbang secara tiba-tiba seperti yang terjadi di Kebun Raya Bogor beberapa waktu lalu, dan menewaskan 7 pengunjungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan Dinas kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor, Dian Herdiawan mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pendataan terhadap ribuan pohon yang ada di Kota Bogor, terutama yang berada di jalan-jalan protokol di Kota Bogor.
Berdasarkan data terbaru, kata Dian, ada 213 pohon tua dan rawan tumbang di seluruh wilayah Kota Bogor. "Dan sebanyak 118 pohon sudah ditebang, sementara sisanya masih bisa dirawat," katanya.
Pemotongan sendiri dilakukan petugas sesuai aturan karena pohon-pohon tersebut merupakan aset Pemkot Bogor. "secara berkala kita lakukan perawatan yang dilakukan berupa prunning atau memangkas dahan sekunder kiri dan kanan. "Untuk memeriksa bagian dalam batang pohon, digunakan alat punya IPB itu. Untuk mengetahui apakah kropos atau tidak," ucap Dian
(bil/fdn)











































