"Keluarga kami sering mendapatkan teror," kata Mutmainah istri korban kepada detikcom di lantai 3 gedung IRD RSU dr Soetomo Surabaya, Selasa (20/1/2015).
Ia menceritakan, teror sering dialami keluarganya. Sebelum kasus penembakan orang tak dikenal di depan rumahnya, keluarga Mathuri ini pernah terjadi percobaan pembakaran rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas malam jam 1-an pernah dilemmpari batu orang," tuturnya.
"Tahun 2010 juga pernah hampir dibakar. Bensin berceceran mengelilingi rumah dan api sudah membakar motor," ujarnya.
Sayangnya, kasus tersebut pun menguap dan tidak ada tindak lanjut dari aparat kepolisian. Padahal, selain ditemukan barang bukti berupa ceceran bensin dan sandal yang diduga milik pelaku tertingal di pekarangan rumahnya, kasus tersebut tidak terungkap siapa otak maupun pelakunya.
"Teror sudah sering kita alami. Dan sebelum kejadian penembakan malam tadi, juga tidak ada tanda-tanda atau firasat. Saya hanya berpesan kepada abah (panggilan suaminya) cuma hati-hati saja di jalan," tandasnya.
(roi/fdn)











































