Anggota DPRD Dukung TPU DKI Diubah Bak San Diego Hills

Anggota DPRD Dukung TPU DKI Diubah Bak San Diego Hills

- detikNews
Selasa, 20 Jan 2015 18:54 WIB
Anggota DPRD Dukung TPU DKI Diubah Bak San Diego Hills
Ilustrasi/dok.detikcom
Jakarta - Wacana mengubah taman pemakaman umum di Jakarta menjadi seperti pemakaman San Diego Hills di Jawa Barat, mendapat dukungan dari anggota DPRD DKI.

Ketua Komisi D DPRD DKI, M. Sanusi, menganggap rencana Dinas Pertamanan dan Pemakaman mengubah konsep TPU menjadi taman pemakaman modern, sebagai hal wajar.

"Itu boleh, mendingan sekalian (diubah jadi San Diego Hills). Jadi buat orang yang mampu, bayar mahal enggak apa-apa," kata M. Sanusi saat ditemui di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya konsep itu lebih baik daripada seperti saat ini. Berdasarkan Perda tentang Retribusi Daerah, tarif sewa tanah makam jangka waktu 3 tahun di Blok AAI sebesar Rp 100.000, Blok AAII sebesar Rp 80.000, Blok AI sebesar Rp 60.000, Blok AII sebesar Rp 40.000, dan Blok AIII sebesar Rp 0. Penggratisan itu khusus bagi orang tidak mampu atau yang tidak mempunyai ahli waris.

Faktanya, di lapangan, sering terjadi pungutan liar. Akibatnya biaya untuk mendapatkan satu liang kubur bisa melambung menjadi Rp 1,5 juta.

Jika tidak dibayar, kalangan keluarga yang sedang berduka tidak bisa menguburkan kerabatnya yang meninggal. Itu belum ditambah dengan biaya-biaya tahunan.

Karena itu, lanjut Sanusi, Pemprov berwenang bila ingin membuat pemakaman seperti San Diego Hills yang memang bertarif jutaan rupiah. Namun pengelolaannya harus diatur jelas.

"Tapi jangan di bawah Pemda. Boleh oleh BUMD. Tidak boleh Pemda karena kalau Pemda itu nggak boleh mengutip kecuali yang ada di dalam Perda Retribusi Daerah," jelasnya.

Sanusi juga menyinggung tentang keterbatasan lahan pemakaman di DKI yang sering jadi alasan pelaku pungli. Menurutnya Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI harus tiap tahun melakukan pembebasan lahan untuk mengakomodasi warga DKI yang meninggal.

(ros/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini