Kalla: Tren 100 Hari SBY, Orang Takut Korupsi

Kalla: Tren 100 Hari SBY, Orang Takut Korupsi

- detikNews
Jumat, 28 Jan 2005 14:19 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai memasuki 100 hari pemerintahan SBY-Kalla jumlah korupsi menurun, keadaaan aman, ekonomi lancar dan harga-harga tidak banyak yang naik. Demikian disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai meresmikan Masjid Baiturrahman Sekretariat Wakil Presiden di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Jumat (28/1/2005). Turut hadir, mantan Wakil Presiden Hamzah Haz yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan."Kita harus menilai tidak keadaan semua, kalau tidak ada yang berhasil barang kali anda sudah takut keluar rumah kan. Kan aman-aman saja terus, situasi baik, ekonomi juga lancar, harga tidak banyak naik, ukuran-ukurannya kan dari situ. Trennya, apa koruptor tiba-tiba naik kan tidak kan turun. Semua itu harus dilihat satu per satu. Kalau negeri ini tambah susah baru dibilang tidak berhasil," papar Kalla. Mengenai pemberantasan korupsi, kata dia, tidak bisa diselesaikan 100 persen. "Tetapi yang penting trennya. Apa tren tahun lalu, tren tahun sekarang orang makin korup tidak. Jadi banyak hal sekarang kan," ujar Kalla."Coba tanya gubernur dan bupati. Kan lebih takut sekarang karena begitu dia ada masalah panggil polisi, tangkap. Jadi memberantas korupsi bukan banyaknya yang ditangkap tetapi tren atau orang takut kepada korupsi. Itu yang paling pokok dalam keadaan sekarang," lanjutnya.Dalam kesempatan itu, Kalla membantah isu perbedaan pendapat dengan SBY. "Semua apa yang kita tindak, setuju dulu baru bertindak. Semua apa yang saya dan kita lakukan begitu juga apa yang dilaksanakan presiden lalu kita setujui dalam rapat. Bahwa gaya saya berbeda, itu gaya saya saja tidak ada perbedaan apa-apa," demikian Jusuf Kalla. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads