Antisipasi Kelompok Dulmatin
Pengamanan Kedubes Diperketat
Jumat, 28 Jan 2005 14:15 WIB
Jakarta - Polri meningkatkan pengamanan di sejumlah kedutaan besar untuk mengantisipasi serangan balasan yang dilakukan kelompok Dulmatin sebagai bentuk balas dendam peristiwa serangan udara yang menewaskan buronan bom Bali itu di Provinsi Mindanao, Filipina, kemarin."Sampai saat ini memang kita mengantisipasi kemungkinan serangan terhadap kedutaan besar, tentu pengamanan kita tingkatkan," kata Kapolri Jenderal Pol. Da'i Bachtiar di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat, (28/1/2005).Pasalnya, menurut Da'i, dari pengalaman kasus-kasus pengeboman biasanya salah satu pengeboman selalu saja terkait dengan sasaran tertentu, seperti pengeboman di rumah Kedubes Filipina pada 1 Agustus 2000 lalu yang ada hubungannya dengan serangan pemerintah Filipina terhadap kelompok MALS di Moro, Filipina Selatan.Da'i menambahkan, tidak jarang pelaku-pelaku teroris kabur atau melarikan diri ke Filipina maupun Malaysia karena dua negara tersebut memiliki perbatasan tradisional yang mudah dimanfaatkan."Memang salah satu batu loncatan untuk ke luar Indonesia melalui daerah konflik atau daerah perbatasan tradisional antara Indonesia-Malaysia, Indonesia-Filipina, ada lintas batas tradisional. Biasanya mereka memanfaatkan itu," kata Da'i.Da'i lalu mencontohkan peristiwa penangkapan Ali Imron di Kalimantan. Saat itu diduga Ali Imron akan melarikan diri melalui perbatasan di Kalimantan. Ali Imron Cs dicurigai akan melakukan pelarian melalui jalur tradisional di Kalimantan.
(umi/)











































