Kasus Upal, BIN Kebobolan

Wawancara Soeripto

Kasus Upal, BIN Kebobolan

- detikNews
Jumat, 28 Jan 2005 13:46 WIB
Jakarta - DPR akan segera meminta keterangan Kepala BIN Syamsir Siregar terkait kasus uang palsu yang melibatkan anggota BIN. DPR menilai BIN benar-benar kebobolan.Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR yang juga pengamat intelijen, Soeripto kepada detikcom saat berbincang-bincang lewat telepon. Berikut wawancara lengkap detikcom dan Soeripto.Tanggapan anda atas kasus uang palsu ini?Sekarang ini kita sedang merencanakan meminta kepala BIN agar menjelaskan kasus ini di depan anggota Komisi I DPR RI. Pertemuan ini sangat diperlukan karena banyak sekali berita yang beredar, di antaranya ada cerita burung bahwa uang yang dicetak jumlahnya sampai bercontainer-container. Ini jumlah yang sudah sangat banyak sekali dan katanya sudah beredar pula, saya sendiri tidak tahu kenyataannya.Sejak kapan Botasupal dibentuk dan apa tugasnya?Seingat saya ini belum begitu lama, baru beberapa tahun belakangan ini. Tugasnya mengamankan uang asli dan kalau ada informasi adanya uang palu perlu dilakukan penyelidikan.Informasi yang anda terima mengenai pemalsuan uang oleh BIN?Saya dengar kegiatan ini sudah berlangsung sejak jaman Soeharto dulu. Bahkan ada yang mengatakan jumlahnya sampai mencapai angka triliunan. Informasi lain yang saya dengar uang tersebut dicetaknya bukan di Indonesia melainkan di Australia.Apakah melibatkan BIN secara lembaga?Kalau memang ternyata ditugaskan untuk melacak pemalsuan uang seperti tindakan melakukan penyamaran dan merekrut mereka terlibat dalam mengedarkan uang palsu, maka ini merupakan bagian dari tugas BIN untuk mengetahui peredaran uang palsu. Kegiatan ini biasa dikatakan covered action.Seperti apa pengawasan internal BIN?Tentunya itu tergantung pada badan kontra intelijen. Badan ini adalah badan yang mengamankan dan menangkal bila ada kegiatan intelijen dari luar ke dalam. Dan di bagian kontra ini ada bagian security, sehingga dapat diketahu sampai sejauh mana faktor pengamanan yang dilakukan ini cukup efektif. Kasus ini menunjukkan badan ini kebobolan.Mengapa bisa terjadi di dalam BIN?Jangankan di BIN, setiap badan intelijen memiliki badan kontra intelijen. Di seluruh badan intelijen ini tidak menutup kemungkinan badan ini kebobolan. Apakah sirkulasi uang palsu itu begitu luas dan dari lembaga BIN yang melakukan pengawasan dan melacak untuk mengawasi itu tidak terjangkau atau bisa saja ada orang BIN yang memang sengaja direkrut untuk mengetahui peredaran uang palsu. Sekarang yang direkrut yang harusnya membongkar justru diketahui lebih awalPejabat BIN pasti terlibat?Saya tidak bisa menjawab apakah Brigjen Syaeri atau ada lainnya terlibat. Harus dicari tahu apakah dia memang mendapat tugas dari BIN untuk membongkar jaringan peredaaran uang palsu, atau dia melakukan semua ini berdasarkan inisiatif sendiri.Bila ternyata ini adalah tugas?Dia tidak akan ditangkap.Soal sikap polisi yang berani mengungkap kasus ini?Saya tidak tahu, tapi yang pasti masa pelaku pemalsuan ini dibiarkan saja. Kejadian ini sangat meresahkan rakyat kecil.Kemungkinan kasus ini melibatkan jaringan lain?Nantilah kita tanyakan di pertemuan antara BIN dan Komisi I DPR. Undangan sudah kita kirimkan kepada BIN. Pertemuan akan digelar seingat asya kira kira seingat saya kira-kira tanggal 3 Maret nanti. Kalau tidak salah ya.Polisi perlu memeriksa Kepala BIN?Meminta keterangan perlu. Alasannya sederhana sekali, beliau (Kepala BIN) yang mengetahui personalia yang ada di BIN. Sehingga nanti diketahui apakah Syaeri mendapat tugas dari Kepala BIN atau memang mengarang sendiri. Informasi dari mantan Kepala BIN juga sangat diperlukan. (djo/)


Berita Terkait