Dapat Rapor Merah, SBY-JK Tidak Naik Kelas
Jumat, 28 Jan 2005 12:51 WIB
Denpasar -
Rapor merah diberikan sebagai penilaian terhadap 100 hari pemerintahan SBY-JK. Keduanya diberi catatan agar banyak belajar lagi tentang demokrasi.Dalam rapor itu tertulis penilaian hasil belajar di sekolah demokrasi rakyat, dengan nama siswa Raden Mas Susilo Bambang Yusuf Yudhokalla.Selama masa studi 100 hari, SBY-JK dinyatakan tidak naik kelas dengan peringat kelas ke-200 juta dari 220 juta siswa.Angka mata pelajaran untuk program ekonomi, hukum, politik, budaya, pertahanan dan keamanan berkisar antara 3-5. Semuanya di bawah angka rata-rata kelas yakni 7-8.Untuk program nontetap, SBY-JK mendapat penilaian buruk, seperti penanganan gempa Alor tidak ngeh, gempa Nabire telat 3 bulan, bencana tsunami Aceh-Sumut banyak korupsi.Catatan khusus untuk diberikan kepada orang tua: banyak belajar lagi tentang demokrasi, harap siswa ini (SBY-JK) diawasi dengan ketat.Rapor merah SBY-JK tersebut dibawa sekitar 30 demonstran yang tergabung dalam Posko Mahasiswa Bali. Mereka melakukan long march dari Universitas Warmadewa jalan Hayam Wuruk ke DPRD Bali jalan Dr Kusumaatmaja Denpasar.Aksi dilakukan pukul 11.00-12.00 WITA, Jumat (28/1/2005). Demonstran melakukan orasi dan menyatakan selama 100 hari pemerintahan SBY-JK penuh dengan janji-janji palsu.Aksi diterima 7 anggota dewan di lobi Kantor DPRD Bali. Mereka kemudian ditodong demonstran untuk membaca rapor merah SBY-JK. Rapor itu pun dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Bali I Nengah Purwa Arsana.Demonstran mendapat pengawalan ketat dari sekitar 2 pleton aparat dalmas. Karena jumlah demonstran hanya 30-an orang, mereka terlihat bak dikepung petugas. Meski demikian, aksi berlangsung aman dan tertib.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































