Ini Kata Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jaktim Soal 'Kuburan Mahal'

Ini Kata Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jaktim Soal 'Kuburan Mahal'

- detikNews
Senin, 19 Jan 2015 22:54 WIB
Ini Kata Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jaktim Soal Kuburan Mahal
Jakarta - Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Mimi Rahmiati mengaku geram jika benar ada pungli di TPU wilayah Jakarta Timur. Pihaknya menyebut kalau pungli itu bisa saja dilakukan banyak pihak, salah satunya adalah ahli waris lahan kuburan.

"Sebenarnya itu sebagian TPU di Jaktim ada yang merupakan tanah wakaf kuburan kepada Pemda DKI Jakarta," ujar Mimi saat ditemui di kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (19/1/2015).

Mimi menyatakan 'preman' yang ia maksud bisa siapa saja. Namun ia tak memungkiri ada oknum PNS DKI, penggali kubur dan ahli waris lahan kuburan dalam polemik tanah kuburan di Jakarta Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di TPU sendiri itu bukan hanya ada anak buah saya, akan tetapi kita juga harus berhadapan dengan ahli waris yang mengklaim kepemilikan tanah makam, tanahnya itu biasanya dari uyut-uyutnya," ujar Mimi.

"Sementara dahulu, kita selalu menggunakan mereka sebagai tenaga penggali. Akan tetapi sekarang ini proses perekrutan tidak semudah dahulu untuk jadi karyawan pemda," tambahnya.

Ia pun mengatakan dirinya telah berupaya keras menghapus pungli di pemakaman. Namun hal itu, menurut Mimi, tak semudah membalikan telapak tangan.

"Terkadang kasus ini terjadi karena ahli waris atau keluarga ngotot untuk dimakamkan di TPU tertentu, sementara di lokasi itu sudah tidak ada lagi lahan tersedia," tuturnya.

Mimin menjelaskan, pihaknya akan melakukan pendataan untuk TPU-TPU di Jakarta Timur. Jika ada kuburan yang tidak terawat atau pihak ahli waris tak pernah membayar retribusi maka liang lahat itu dianggap sudah kosong.

"Ke depan, kita berharap hal ini dapat di lihat secara online, dan perlu diketahui sebuah kuburan akan ditiban jika ahli waris telah lewat 6 tahun," tutupnya.

(edo/vid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini